World Post Graduate 2018, Ajang Mencari Info Kuliah Master

Share:
WORLD POST GRADUATE 2018

GuritaNews – Akhir pekan ini, sebuah pameran pendidikan khusus bagi jenjang pendidikan Master dan Doktoral digelar. Bertajuk World Post Graduate 2018, digelar di Jakarta Convention Centre pada 12-13 Mei 2018.

World Post Graduate 2018 menjadi pameran pendidikan yang dikhususkan untuk jenjang S2 maupun S3. Event ini menjadi jembatan bagi calon mahasiswa dalam mencari info yang mereka butuhkan untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikannya.

Pameran pendidikan ini ingin mengulang keberhasilan tahun lalu, “Tahun kemarin WPG ini sukses banget dan itu jadi motivasi kita untuk menyelenggarakannya lagi. Kita mau terus membantu para mahasiswa supaya gak bingung masalah pendidikan mereka, dari universitas mana yang biayanya sesuai dengan kantong mereka, program beasiswa dari pemerintah atau bahkan program pendanaan pendidikan,” ujar Anastasya Sri, Operational Director dari MSW Global, penyelenggara World Post Graduate 2018.

Bekerjasama dengan Kemenristek DIKTI, pameran yang rencananya akan digelar pada tanggal 12-13 Mei 2018 akan dikuti oleh 50 perguruan tinggi dan lembaga pendidikan baik dari dalam dan luar negeri. Terbuka untuk umum dan gratis.

Ditambahkan oleh Anastasya bahwa ajang ini tentunya sangat membantu bagi khalayak umum yang masih diambang keraguan entah akan melanjutkan pendidikan atau tidak. Diharapkan publik bisa menikmati semua fasilitas yang diberikan oleh World Post Graduate 2018.

Penyelenggaraan WPG Tahun 2018 sekaligus merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang diperingati setiap 2 Mei. Serta Peringatan Hari Kebangkitan Dosen Indonesia pada HUT 20th Asosiasi Dosen Indonesia (ADI).

Prof. Dr. Djoko Wintoro, MBA ketua DPP ADI bidang pengembangan Inovasi industri dan pembelajaran mengatakan babwa, pada acara WPG kali ini, ADI akan melakukan rangkaian kegiatan, seperti  International Education High Meeting” dengan memberikan kesempatan kepada Pimpinan Perguruan Tinggi Indonesia untuk berdiskusi langsung dengan Perwakilan Pimpinan Perguruan Tinggi asing dan kedutaan besar, lembaga pendidikan resmi dari berbagai negara untuk membahas program-program kerjasama antar universitas dan lembaga penelitian serta publikasi ilmiah.

Harus diakui bahwa generasi millenial saat ini tengah memasuki masa keemasannya. Mereka mulai siap untuk unjuk gigi dalam berkarir maupun pendidikan. Dimana pada masa dulu generasi ini masih mencari jati diri mereka masing-masing dan kini saatnya mereka memantapkan diri untuk menjadi sosok penerus bangsa melalui prestasi dan juga karya-karyanya.

Menariknya, World Post Graduate 2018 juga turut serta memberikan informasi lainnya dalam bentuk seminar, tentunya berbagai profesional maupun praktisi ahli dihadirkan untuk para calon mahasiswa/i pascasarjana ini. Dikarenakan generasi millenial ini akan menghadapi persaingan ketat dalam karir yang akan mereka pilih nanti, pendidikan tinggi harus didampingi dengan pengalaman dan juga pembelajaran langsung dari profesional. Hal ini menjadikan World Post Graduate 2018 pameran pendidikan yang menunjukkan keseriusannya dalam memberikan sumbangsih bagi pendidikan dan karir generasi millenial ini.

Pada WPG 2018, pengunjung juga bisa melakukan tes simulasi IELTS untuk mengukur sejauh mana kemampuan mahasiswa/i ini dalam bahasa asing. “Kita selalu mengharapkan yang terbaik untuk para mahasiswa dan tes simulasi ini sangat baik untuk mereka, supaya mereka bisa melakukan persiapan sebelum mengambil tes yang sebenarnya. Pokoknya kita sediakan selengkap mungkin yang mereka butuhkan,” tutur Michael Tan, Director MSW Global.

Sementara itu, ADI sebagai organisasi profesi dosen terbesar di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1998 mendukung penuh kegiatan WPG. Dalam kegiatan ini, ADI juga akan menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) untuk membahas isu-isu terkait organisasi ADI dan program-program yang dapat disinergikan dengan peserta pameran serta rangkaian seminar nasional.

Dr. Wendi Usino, M.Sc.,MM selaku ketua DPP ADI bidang IT, mengatakan bahwa pada era ini, Dosen memiliki tuntutan lebih, baik dalam kompetensi maupun kemampuan untuk melakukan kolaborasi riset dengan profesor kelas dunia. Dosen sebagai tutor dan pengembangan infrastruktur MOOC (Massive Open Online Course), teaching industry, dan e-library, namun kondisi Dosen Indonesia saat ini sendiri masih didominasi oleh generasi baby boomers dan generasi X yang merupakan digital immigrant.  Sementara mahasiswa yang dihadapi merupakan generasi millennial atau digital native, oleh karena itu dosen harus mengembangkan karir akademik sampai ke jenjang S3 dan mampu mengembangkan konten pembelajaran mengikuti perkembangan zaman. “program kni kita beri nama #ADIDosenZamanNow” Ucap Wendi.

Bagi para Dosen dan mahasiswa di era digital ini, ADI telah meluncurkan program aplikasi pembelajaran ADI Channel. Aplikasi ini dapat dijalankan diatas sistem operasi iOS, Blackberry dan Android.

Sementara  tema “Kebangkitan Dosen Indonesia” : Dosen sebagai Aktor Penting dalam Mencerdaskan Kehidupan Bangsa dan Pendidikan Tinggi 4.0, akan menjadi seminar utama dalam kegiatan WPG ini. Bagi ADI, WPG juga merupakan wadah untuk dosen Indonesia membuka wawasan internasional agar dapat memaksimalkan peran dosen sebagai aktor penting dalam era Milenial” pungkas Prof. Djoko. (Lukman Hqeem)

Share:

Leave a reply