Wisata sembari menimba ilmu di Inagro

353
0
Share:

guritanews – Wisata sembari menimba ilmu di Inagro, sesekali anda perlu melakukan perjalanan wisata edukatif.

Seperti berwisata sambil memperoleh pengetahuan tentang cara pengembangbiakan berbagai unggulan di bidang perkebunan dan peternakan, menjadi concern dari Pusat Research Inagro yang berlokasi jalan Raya Jampang, Desa Karihkil KM 7 , Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ini.

Pengunjung yang berwisata akan dibawa mengunjungi Laboratorium Kultur Jaringan untuk sejumlah tanaman unggulan seperti Jati, Durian, Nanas Golden Honey, Talas Ketan, beberapa jenis pisang-pisangan (Pisang Udang, Abaka, Raja Bulu, Cavendish, Mas, Apu, Uli, Kepok, dan sebagainya), juga bunga-bungaan, hingga tanaman berkhasiat seperti tanaman Stevia, yang daunnya mampu menghasilkan rasa manis alami 40 kali melebihi rasa manis dari gula tebu.

Laboratorium Kultur Jaringan (foto : Kicky Herlambang)

Laboratorium kultur jaringan ini juga menjadi bagian penting pengembangbiakan tanaman PT. Intidaya Agrolestari, yang langsung dibawah pengawasan Maria Imelda, seorang mantan senior peneliti di LIPI.

Tak hanya itu, pengunjung wisatapun diperkenalkan sebuah pengembangan jamur Mycorhiza (dikembangkan dalam media batu ziolit serta Sorgum, red), mampu menyerap tidak saja unsur Hara yang tersedia maupun tidak tersedia dalam tanah.

Sehingga mampu memperlebar penampang akar pada tanaman, selain mampu menghemat pemakaian pupuk hingga 50 persen.

Mycorhiza yang dikemas dalam bentuk granule itu, dapat dimanfaatkan pada semua tanaman khususnya pada lahan-lahan tandus, ktitis hingga gambut.

Namun demikian, pemanfaatan Mycorhiza sebagai sukses penting dari peneliti Indonesia ini, belum secara sungguh-sungguh ditetapkan dalam tataran kebijakan secara nasional.

Justru peneliti Malaysia yang pernah belajar di Indonesia mampu sukses mengembangkannya di sejumlah perkebunan di Malaysia hingga saat ini.

Di lahan seluas 76 Ha ini, para pengunjung juga akan mendapat pengetahuan bagaimana pengembangbiakan dari sejumlah hewan seperti Kebo Bule Unggulan dari Tana Toraja, Padu Ma’Inaya To Padatindo dan Saleko Maballona Inagro, Ikan Sidat, Gabus dan Black Ghost, Blue Peacock, King Fisher, Rusa Axis Axis, dan lainnya.

Kebo Bule (foto : Kicky Herlambang)

Selain Eduwisata dan Pusat Reasearch Inagro ini dilengkapi pula dengan Bike and Jogging Track, Asrama Pelatihan, Lapangan Olahraga Outdoor, Penyewaan Sepeda dan Kuda, Kafetaria, Auditorium, Pendopo, Aula, Ruang Rapat, Tenda Pelatihan dan lainnya.

Eduwisata dan Pusat Research Inagro membuka seluas-luasnya baik bagi pemerintah maupun swasta, perorangan maupun kelompok, karyawan, mahasiswa, pelajar maupun anak-anak untuk memanfaatkan seluas-luasnya area edukatif ini. Bahkan bagi universitas-universitas pun dipersilakan untuk melakukan joint research dengan fasilitas yang ada di Inagro PT.Intidaya Agrolestari tersebut.

Bahkan melalui Makayasa, telah disiapkan pula Inagro Training Centre, sebuah Outdoor Management Training (OTM) yang telah berpengalaman puluhan tahun untuk mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan pendekatan alam bebas serta metodologi Experiential Learning.

Metode OMT-nya sangat jelas, terukur, memiliki urutan proses jenjang tersendiri, membangun karakter dan mentalitas, serta yang terpenting sangat akuntabel dan memiliki dampak positif untuk jangka panjang bagi kepribadian yang mengikutinya (brainware management berdasarkan knowledge, skill dan attitude).

Makayasa sendiri terus mengembangkan OMT dalam sejumlah pelatihan seperti Military Team Building, Security Development Training, Fire Safety Manager Training, Defensive Safety Driving Traininh, Anti Fraud Training, Siaga Tindak Kejahatan dan Bencana, Soft Skill Training, Edutainment Program, dan tentunya Adventure Program.

Anda tertarik menyambanginya? Berwisata sembari menimba ilmu di Pusat Research Inagro, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. (Q2)

Share:

Leave a reply