Wisata Morotai Akan Tampil di Televisi Perancis

181
0
Share:

GuritaNews – Daya tarik Morotai sebagai destinasi utama di Indonesia semakin kuat, terutama dengan dibukanya akses lebih luas dengan berbagai maskapai nasional juga internasional.

Buktinya, televisi Perancis tertarik melakukan pengambilan gambar di pulau yang menjadi saksi Perang Dunia II tersebut.

Pada 18-20 Agustus nanti, pembawa acara terkenal asal Perancis Stephane Rotenberg akan mengadakan syuting di Morotai dan mempromosikan keindahan Indonesia di stasiun televisi M6 dan W9. Adapun jadwal penayangannya adalah sekitar bulan September hingga November 2016.

“Rencana pengambilan gambar di Morotai itu sudah dimatangkan sejak Juli 2016. Responnya bagus. Stasiun televisi M6 dan W9 sangat tertarik dengan keindahan alam Morotai,” terang Eka Moncarre, Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kementrian Pariwisata di Paris, dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Jum’at (5/8).

Menurut Eka, rencana M6 dan W9 tersebut memberi angin segar, pasalnya jaringan televisi Perancis itu sangat luas.

“Anggun Cipta Sasmi berkibar namanya di Prancis lantaran sering tampil di televisi Perancis itu,” tutur Eka, sembari menambahkan kedua stasiun televisi itu juga menyiarkan sinyal digital ke Swiss melalui satelit siar W3A.

Eka menambahkan, sejak 2004, M6 menjadi layanan televisi pribadi dengan penonton terbanyak nomor dua di Perancis setelah TF1.

“Jika dua stasiun televisi itu menayangkan Morotai, maka pintu depan Pasifik itu makin berkibar,” sebutnya.

Guna menghadapi imbas meningkatnya angka kunjungan wisatawan negara dari eksposur tersebut, Anggota Pokja Morotai Ari Suhendro mengaku siap.

“Akses dan amenitas sudah disiapkan. Ada dukungan dari Jababeka dan Garuda,” sebutnya.

Soal daya tarik, Morotai menonjolkan pesona wisata bahari, mulai dari pantai hingga aktivitas bawah laut seperti snorkeling dan diving. Sementara dari wisata sejarah, turis bisa mengunjungi ­Pulau Zum Zum dan Pulau Mc Arthur, tempat persembunyian dan peristirahatan Jenderal Douglas Mc Arthur di era Perang Dunia II.

Share:

Leave a reply