Upaya film Get Lost meracik misteri dan horor

152
0
Share:

GuritaNews – Menggali sebuah ‘realitas’ kultur lewat gambar sebenarnya memang tidak mudah, terlebih fakta sejarah yang bermukim ratusan tahun bahkan hingga ribuan tahun lamanya, yang telah teraduk dengan banyaknya cerita tak jelas.

Banyaknya situs warisan peninggalan nenek moyang maupun era kolonial di negeri ini, kerap membuat tertarik para filmmaker untuk memvisual-nya lewat sebuah karya film.

Meski para filmmaker tak banyak yang menggali kisah dibalik peninggalan klasik tersebut.

Sering warisan tersebut hanya berbunyi sebagai cerita-cerita mistis belaka yang jika digarap maskimal secara film maka akan menjadi sebuah tontonan kreatif dan menarik, meski -sekali lagi- perlu metode penggalian cerita yang lebih kreatif.

Kisah Benteng Pendem, sering terdengar berkeliaran di masyarakat lewat aroma mistis dan horornya.

Hal inilah yang melahirkan ide cerita ‘minim’ rumah produksi Multi Cahaya Dimensi dan Pilar Kreatif Media untuk menggarap daya tarik horor-misteri film berjudul ‘sexy’ Get Lost yang mengambil lokasi cerita di Benteng Pendem, Cilacap, Jawa Tengah.

Film Get Lost yang menghadirkan sederet bintang peran yang bermukim di wadah Pafindo (Perkumpulan Artis Film Indonesia) seperti : Angelica Simperler, Maxime Bouttier, Arga Dirgantara juga Agatha Valeria, ini akan jauh lebih menarik jika sutradara Chiska Doppert mampu mengemasnya secara total dengan meramu chemistry para bintangnya, serta olahan dramaturgi dengan ‘taste’ horor yang lebih kekeninian.

Angelica Simperler (foto : kicky herlambang/guritanews.com)

Alhasil, Get Lost hanya berkutat seputar misteri bangunan yang kurang tergarap ‘rasa suspensnya’ dan rakitan story telling yang payah untuk dinikmati.

Bahkan dialog yang terjadi diantara pemainpun serasa kita menonton sinetron saja.

Namun sebagai tontonan, Get Lost cukup punya keberanian mengangkat tema-tema kearifan lokal, bahwa bangunan Bneteng Pendem memang punya aroma mistis yang cukup seksi didengar.

“Ini pengalaman aku shooting dengan banyak kejadian mistis yang aku rasakan di lokasi. Film get Lost punya ruang bertututr sendiri tentang misteri, mistis, juga horror,” papar Angelica Simperler, usai premiere di studio Djakarta theatre, Senin (12/3) sore.

Bagaimana dengan jump-scare?

Sound yang di dentumkan sebenarnya cukup baik, sangat ‘click’ dengan adegan, hanya saja, yah itu tadi! dramaturgi Get Lost seperti setengah hati di garap.

Agatha Valeria (foto : kicky herlambang/guritanews.com)

Padahal dalam drama horor, warna dramaturgi sangat penting untuk mencapai klimaks dan solusi, mengingat Benteng Pendem peninggalan empiris kolonial Belanda ini, sudah hadir lebih dari seratus tahun di bumi pertiwi dengan beragam kisah misteri dan horornya.

“Saya yakin get lost akan menyedot pentoton yang banyak. Kisah horornya sangat menarik kok,” jelas Agatha Valerie.

Mampukah Get Lost medulang sukses meraih sebanyak-banyaknya penonton?

Namun bagi anda pecinta berat film horor, kisah Get Lost patut anda nantikan penayangannya di bioskop mulai 15 Maret!

Share:

Leave a reply