Tiga pemenang hasil Lomba Kritik Film, Artikel Opini Perfilman, dan Artikel Features Perfilman 2017

214
0
Share:

GuritaNews – Tuntas sudah gelaran Lomba Kritik Film, Artikel Opini Perfilman, dan Artikel Features Perfilman 2017, yang diadakan Pusat Pengembangan (Pusbang) Perfilman Kemendikbud bekerjasama dengan Pokja Kritik Film.

Kepala Pusbang Perfilman, Dr. Maman Wijaya,  menyampaikan rasa puasnya dengan terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya sangat meng-apresiasi kegiatan ini. Dan kedepannya kita akan memperbaiki segala kekurangannya. Keberadan kritik film sangat perlu sebagai wadah apresiasi. Tahun depan, mungkin kita perlu lebih luas menjangkau para peserta,” paparnya, saat memberikan sambutan dalam acara pengumuman pemenang Lomba Kritik Film, Artikel Opini Perfilman, dan Artikel Features Perfilman 2017, di Jakarta, pada Rabu (22/11) siang.

Kritik film sangat di perlukan sebagai ruang komunikasi dan apresiasi terhadap karya sineas dan produser.

Meski pada kenyataannya, kritikus film sering dianggap sebagai pribadi yang ‘tidak menyukai’ karya filmmaker.

Perfilman nasional memang perlu banyak mendengar berbagai saran dan kritik.

Dr.Maman Wijaya, Kepala Pusat Pengembangan Perfilman (foto ; Q2/guritanews.com)

Anggap saja vitamin, untuk membangkitkan hasrat membuahkan banyak karya bermutu.

Setidaknya filmmaker dan sineas Indonesia, juga pandai-pandailah  ‘legowo’, untuk membuang jauh-jauh rasa kesalnya, terhadap kritikus yang habis-habisan mengkritik secara tajam film yang di produksinya.

Alih-alih berungkap ‘karena anda tak menyukai film yang saya buat, maka anda mengkritiknya habis-habisan’

Ungkapan normatif dan manusiawi sebenarnya, hanya tinggal bagaimana kita menempatkan ego-sentris itu untuk tidak selalu sebagai slogan emsosional demi pembenaran semata.

Obyektifitas kritikus film juga menjadi taruhan.

Kritikus film selalu berani mengedepankan obyektifitasnya untuk mengenali, menempatkan dan memberikan point, terhadap karya film.

 

Kritikus film juga tidak diuntungkan atas apresiasinya.

Dan filmmaker juga tak perlu merasa ‘rugi besar’ oleh kritikan yang dilontarkan atas karyanya.

Berikut adalah tiga nama pemenang Lomba Kritik Film, Artikel Opini Perfilman, dan Artikel Features Perfilman  2017, yang bisa saja di masa datang mereka punya pengaruh bagi perfilman nasional :

Muhaimin Nur Rizqi memenangkan katagori lomba Kritik Film, lewat artikel berjudul  “Ketidak Berpihakan Kamera Dalam Film Turah” yang dimuat di Padang Ekspress.

Untuk katagori penulisan Opini Film, direbut oleh Mutmainna dari Pinrang, Sulawesi Selatan dengan judul “Mengembalikan Dunia Anak yang Dirampas”.

Sementara pemenang Lomba Penulisan Reportase/Feature Film direbut oleh Andi Baso Djaya dari Jakarta dengan judul “Film Ekranisasi Indonesia Mulai Menjamur”. (Q2)

Share:

Leave a reply