Terungkaplah fakta tersembunyi film Assalamualaikum Calon Imam

183
0
Share:

GuritaNews – Novel best seller masih menjadi selera komersil para bos rumah produksi dan sineas untuk menggarap film drama sukses di pasaran, seperti yang dilakukan rumah produksi Prized productions dan Vinski Production untuk mengadaptasi novel sukses ‘Assalamualaikum Calon Imam’ (karya Ima Madaniah) menjadi film drama yang cukup emosional.

Film yang berjudul sama dengan novel aslinya ini, memang tak sejalur dengan kebanyakan genre di kelasnya.

Banyak rumah produksi besar yang menggarap film film berbasis novel sukses dari penulis kenamaan, bahkan memasang bintang papan atas, juga melibatkan sutradara kondang, dan tentunya dengan ‘rail’ cerita yang nyaris sama, contohnya issue poligami dan konflik rumah tangga lainnya.

Film Assalamualaikum Calon Imam memang sengaja keluar dari kebiasaan tersebut.

Keke Suryo, Andi Arsyil, Natasha Rizky, Defwita Zumara (foto : Rayz/guritanews.com)

Film yang dibintangi Natasha Rizky, Miller Khan, Andi Arsyil, Keke Suryo, Merdi Octavia, Defwita Zumara, Hessel Steven, dr. Deby Vinski dan lainnya ini, menawarkan selera drama yang lebih segar.

Bahkan demi menarik perhatian publik, pihak studiopun menggelar diskusi menarik yang melibatkan blogger dan pemerhati film serta kalangan jurnalis, pada Jumat  (6/4) petang kemarin.

Diskusi ini mengungkap fakta-fakta apa saja yang tersembunyi dalam film tersebut.

Sebagaimana film yang mengadaptasi cerita dari novel, interpretasi pembaca tentu harus terpenuhi.

Hal ini menjadi tantangan terumit bagi penulis skenario dan sutradara, juga para pemainnya.

Oka Aurora yang bertindak sebagai penulis skenario punya formula khusus bagaimana mengemas film ini dengan apik dan interpretasi pembaca novel terjawab.

Dalam persoalan cerita , Assalamualaikum Calon Imam, membungkus kesejatian manusia untuk mampu berserah diri kepada Tuhannya.

“Saya pikir ketika mau adaptasi novel ke film nggak mungkin semuanya dimasukan. Harus mencari benang merahnya dan pesan besar cinta itu harus karena Allah, memilih pun karena Allah. Itu yang ingin kami sampaikan ke penonton,” ujarnya kepada audiens saat gelaran diskusi ringan ‘Film Religi Era Milenial’  di Queens Head Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (6/4) petang.

Oka menambahkan tidak semua dialog pada buku akan tersaji indah ketika di film, tentu ini dikarenakan penyesuaian kepada selera pasar.

Sentra cerita dua tokoh ; Fisya (Natasha Rizky) dan Alif (Miller Khan), menjadi contoh sepasang kekasih yang cintanya tumbuh seiring waktu, karena meyakini bahwa Allah bersama dengan kehidupan percintaan mereka.

Natasha Rizky (foto : kicky herlambang/guritanews.com)

Diakui Natasha Rizky, menerima tawaran menjadi pemeran utama pada film yang di produseri Santi Muzhar ini karena menganggap plotnya ceritanya unik dan berbeda dari film drama lain.

“Film ini juga jadi ajang dakwah juga melalui media apalagi judulnya mahal banget menurut saya. Film ini bisa merepresentasikan muslimah-muslimah sekarang yang mungkin mau menikah muda,” kata Natasha.

Demikian juga dikatakan Andi Arsyil film Assalamu’alaikum Calon Imam sangat berbeda dengan karakter dirinya saat tampil dalam film Ketika Cinta Bertasbih.

“Ini film yang sangat berbeda ‘taste’. Tokoh Zidan yang aku perankan sangat menarik. Aku harus keluar dari zona nyamanku” akunya.

Tantangan hebat juga harus di emban artis opendatang baru Defwita Zumara, ketika dirinya harus tampil menangis dalam film ini.

“Biasanya kan aku selalu dapat peran antagonis di film, nah , di sini justru aku betul-betul melakukan adegan menangis, dan itu gak mudah melakukannya.” jelasnya.

Sepertinya Asslamualaikum Calon Imam, telah mengalirkan energi segarnya untuk menyuplai pengaruh dan dampaknya kepada penonton, bahwa tak selalu film berbasis drama dengan sentuhan religi harus ber-mellow ria, demi memuaskan penontonnya.

Paling tidak, bagaimana film ini nantinya akan mengajak penonton melihat dan menikmati realitas dengan cerdas, tanpa kebanyakan ‘mengarang’.

Premis yang di sampaikan Assalamualaikum Calon Imam, sepertinya ingin secara lunak menghibur seraya berdakwah tanpa mendahului.

“Tidak mudah bagi kami membuat keputusan menggarap film ini. Namun, alhamdulillah film inipun selesai di produksi karena campur tangan Allah juga kan. Saya coba melakukan perenungan tentang bagaimana film ini ter-eksekusi dengan baik. Dakwah seraya menghibur anda semua” jelas Santi Muzhar, produser Assalamualaikum Calon Imam.

Romantic Duo : Suby dan Ina, dipercaya mengisi soundtrack film ini lewat empat lagunya, yaitu ‘Assalamualaikum Calon Imam’, ‘Cinta Yang Diuji’, ‘Duhai Cinta’, dan ‘Pinta Terakhir’. (Q2)

Share:

Leave a reply