Terinspirasi kisah Nabi Yusuf AS, alasan Roman D Man menulis novel

486
0
Share:

GuritaNews – Hakikat manusia mengenal PenciptaNYA, AllahSWT, melalui ajaran yang Diturunkan kepada Nabi dan RasulNYA, meski tak semua manusia akan berakar kepada ajaran Tuhannya, karena manusia dibekali nafsu yang sering membuat manusia tersesat.

Sekian lama, sejak Nabi Adam AS, peradaban manusia hadir di dunia fana ini, memiliki historikal berbeda, meski sebenarnya hanya pengulangan, namun eranya saja yang berbeda.

Perangai dan peradaban manusia sekarang, sebenarnyapun juga sudah ada ribuan tahun lalu, hanya, yah itu tadi, zamannya yang berbeda,.

Soal ‘kelakuan’ yah begitulah manusia dari dulu hingga kini sama persis, gak beda, kebanyakan memerankan nafsunya hingga banyak yang tersesat, meski mereka punya keyakinan.

Hikayah ini telah secara turun temurun menjadi cerita-cerita elok yang bersumber kepada ajaran-ajaran para nabi dan rasul di eranya, yang kini menjadi warisan manusia sampai kapanpun.

Sebut semisal kisah hidup Nabi Yusuf AS, yang menjadi inspirasi indah bagi artis Roman D Man untuk melahirkan karya novel perdananya.

Kisah nabi yang dikenal berwajah tampan sejagat ini, menjadi alasan Roman untuk menuliskannya dalam sebuah drama novel yang menguat pada khasanah Islam.

“Aku kasih clue saja yah mas Kicky, jadi begini, novel ini tak lebih sebagai isyarat kegelisan yang membenak di batin saya sebagai anak muda. Betapa generasi kini betul-betul krisis prilaku. Terutama soal romantika remaja yang telak-telak menjadi keresahan kita semua,” jelasnya.

“Novel ini bukan hendak mengajari atau menggurui siapapun yang membacanya. Saya hanya menyampaikan pesan bahwa ayo kita kembali kepada ajaran Islam. Jangan nyeleweng, hanya karena nafsu. Cinta itu ya memang nafsu, hanya gak perlu kita nodai oleh nafsunya Syaitan,” lanjutnya

“Saya suka banget gaya roman menuturkan cerita dalm novelnya,” sahut Ageng Kiwi, yang juga menjadi manajer dan produser Roman.

Menurut anda bagaimana sih sebenarnya kondisi remaja kita saat ini?

“Agak miris perangainya. Mereka punya agama, tapai apa benear mereka mengikuti syariat agamanya? hanya mereka yang tahu kan…? Pacaran itu tanpa maksiat bisa kok! kenapa tidak? Kalau usia cukup dan siap , kenapa tidak menikah saja? apa lagi yang ditunggu?”

Gaya sastra dalam novelmu?

“Hahahaa… aku belum jadi sebaik-baik penulis novel mas. Tapi yang pasti bahasa yang aku gunakan sangat santun dan mengalir. Pastinya novel ini varian deh, cinta, amarah, dendam, kesetiaan, kesejatian kasih sayang, semua unsur coba aku lebur,” lanjutnya kepada guritanews.com via telepon.

Lalu siapa perempuan yang tertamnbat di hati kamu Man saat ini?

“Baca novelnya, maka anda akan tahu seperti apa saya… hahaha… Sudah ahh.. mau lanjut Shooting nih,” tutupnya seraya tertawa. (Q2)

Share:

Leave a reply