Seorang warga Cina dinyatakan telah mati, saat urus surat kelakukan baik,

210
0
Share:

GuritaNews – Seorang warga Cina kebingungan karena petugas menyebut dirinya telah mati dieksekusi 10 tahun lalu sebagai pelaku kejahatan.

Kasus ini terjadi akibat kekacauan dalam sistem pencatatan identitas terjait kesamaan nama.

Lelaki berusia 45 tahun, yang diketahui media sebagai Tuan Chen, itu awalnya sedang mengajukan permintaan surat kelakuan baik dari polisi, sebagai syarat untuk pekerjaan barunya di Guangzhou.

Namun polisi menolak permohonannya karena menurut arsip resmi kepolisian, Chen sudah mati dieksekusi pada tahun 2006, setelah dinyatakan bersalah dalam kasus kejahatan penculikan.

Wartawan Radio dan Jaringan Televisi Guangdong kemudian menemukan bukti kesalahan pencatatan administrasi, bahwa vonis itu dijatuhkan kepada seorang pria dengan nama dan nomor kartu identitas yang sama.

Chen mengaku selama ini hidup normal saja, sejak ‘eksekusi’-nya satu dekade lalu dan tidak mengalami masalah apapun sebelumnya.

“Saya bahkan diizinkan pemerintah untuk mengajukan izin perjalanan ke Hong Kong dan Makao,” katanya kepada wartawan Guangdong.

“Semua ini sungguh membingungkan,” tambahnya.

Polisi Guangzhou mengakui terjadinya kekeliruan, lalu memberinya surat kelakuan baik yang dibutuhkan Chen. (Q2)

Seorang warga Cina kebingungan karena petugas menyebut dirinya telah mati dieksekusi 10 tahun lalu sebagai pelaku kejahatan.

Kasus ini terjadi akibat kekacauan dalam sistem pencatatan identitas terjait kesamaan nama.

Lelaki berusia 45 tahun, yang diketahui media sebagai Tuan Chen, itu awalnya sedang mengajukan permintaan surat kelakuan baik dari polisi, sebagai syarat untuk pekerjaan barunya di Guangzhou.

Namun polisi menolak permohonannya karena menurut arsip resmi kepolisian, Chen sudah mati dieksekusi pada tahun 2006, setelah dinyatakan bersalah dalam kasus kejahatan penculikan.

Wartawan Radio dan Jaringan Televisi Guangdong kemudian menemukan bukti kesalahan pencatatan administrasi, bahwa vonis itu dijatuhkan kepada seorang pria dengan nama dan nomor kartu identitas yang sama.

Chen mengaku selama ini hidup normal saja, sejak ‘eksekusi’-nya satu dekade lalu dan tidak mengalami masalah apapun sebelumnya.

“Saya bahkan diizinkan pemerintah untuk mengajukan izin perjalanan ke Hong Kong dan Makao,” katanya kepada wartawan Guangdong.

“Semua ini sungguh membingungkan,” tambahnya.

Polisi Guangzhou mengakui terjadinya kekeliruan, lalu memberinya surat kelakuan baik yang dibutuhkan Chen. (Q2)

Share:

Leave a reply