Selusin film Korea yang patut anda simak

228
0
Share:

guritanews – Film pabrikan Korea (yang dimaksud adalah Korea Selatan) dewasa ini begitu beragam.

Di Korea, banyak sutradara mumpuni dan rata-rata produktif berkarya.

Salah satu di antaranya adalah Lee Chang-dong yang pada tahun 1970an berjuang keras dalam melakukan perubahan estetika film Korea, sehingga karya sang sutradara ini termasuk dalam ranah kategori : Realisme Nasional.

Tahun 2014 Lee Chang-dong merilis film yang ke 102 berjudul Revivre.

Produktivitas Lee Chang-dong , benar-benar , luar biasa. Kritikus Darcy Paquet, pengamat serius dan sejara(h)wan film Korea, menyatakan bahwa Lee Chang-dong seorang sutradara moralis yang berdiri berlawanan dengan penyampaian hiburan kepada mania film dan menjadi sunyi setelah meluncur filmnya bertajuk Puisi pada tahun 2010.

Darcy Paquet juga menyimpulkan, secara berlebihan, tulisnya dalam majalah budaya terpandang Korea yang terbit secara internasional , film Korea dapat dibagi menjadi empat kategori.

Kategori Realisme Nasional, Kategori Modernisme dengan tokohnya sutradara Hong Sang-soo dan Kim Ki-duk.

Kategori ketiga Genre Pembaruan melalui sosok Park Chan-wook, yang mampu mengartikan film untuk kembali pada tradisi klasik menjadi film genre.

Keempat adalah kategori film beraliran utama, yaitu kategori yang paling banyak dibututi para sutradara di Korea. Pelopor kategori keempat ini : Kang Woo-suk, diikuti sutradara Choi Dong –hoon yang film-filmnya selalu sukses komersial.

Masih menurut Darcy Paquet, sulit memilih salah satu kategori sebagai wakil dari film Korea.

Apalagi terdapat kecenderungan pembuat film daerah di Korea yang tersebar tidak teratur dan alih-alih film Korea tetap sedang membentuk wajah dinamisnya.

Namun tidak diingkari –setidaknya – ada 11 alias selusin film Korea terekomendasi yang patut disimak dan menjadi tonggak sejarah perkembangan perfilman Korea ( dewasa ini ).

Selusin film Korea yang menjadi tonggak itu – berdasarkan pengamatan Robert Koehler, pemerhati budaya masalah Korea yang ditulis dalam bukunya berjudul Seoul – yakni Sopyonye (1993, disutradarai Im Kwok-taek), Taegukgi (2004), Oldboy (2003, Park Chan-wook), Virgin Stripped Bare by Her Bachelors (2000, Hong Sangsoo), JSA (2000, Park Chan-wook), Secret Sunshine (2007, Lee Chang-dong), Spring, Summer, Fall, Winter …and Spring (2003, Kim Ki-duk), The Host (2006, Bong Joon-hoo), My Sassy Girl (2002), The King and the Clown dan The President’s Last Bang ( 2005, Im Sang –soo).

My Sassy Girl (2002)

Jika menelusuri geliat kreativitas sang sutradara, maka ada beberapa sutradara Korea yang bisa disebut memiliki pengaruh kuat sekaligus mewarnai perkembangan perfilman Korea saat ini, seperti kiprah sutradara Im Kwok-taek, Hong Sangsoo, Park Chan-kwook, Lee Chang-dong, Kim Ki-duk dan Im Sang-soo.

Im Kwok-taek dan Hong Sangsoo merupakan dua sutradara yang karya-karya banyak dipuji secara domestik maupun internasional.

Karya Hong Sangsoo terkenal dengan pengambarannya yang jujur tentang hubungan antar manusia.

Sementara karya Park Chan-wook kerap menggugat penonton, misalnya film berjudul JSA dan Oldboy.

Film JSA yang diproduksi tahun 2000 berkisah tentang persahabatan tragis antara prajurit Korea Utara dan Selatan di DMZ.

Film ini dipuji banyak orang karena pengambarannya mengenai pemisahaan kedua Korea.

Begitupun Oldboy adalah drama gelap dan brutal, bertutur seorang pria yang berusaha membalas dendam setelah dipenjara selama 15 tahun tanpa alasan yang tidak diketahui.

Film Oldboy memenangkan Grand Prix pada Festival Film Cannes tahun 2004.

Tidak terkecuali juga karya sutradara Lee Chang-dong melalui film Secret Sunshine, drama tragis yang kontroversial dengan kritiknya atas Kristianisasi Korea.

Secret Sunshine (2007, Lee Chang-dong)

Dalam film Secret Sunshine ini aktris Jeon Do-yeon menyabet piala Best Actress Award pada acara Cannes Film Festival tahun 2007.

Pantas dicatat , Lee Chang –dong tergolong sutradara yang selalu disaluti pada setiap festival film internasional, terlebih lagi di negerinya : Pembuat film paling dihormati di Korea.

Sebaliknya Kim Ki-duk kondang lantaran film-filmnya begitu indah dan dikenal sebagai sutradara seni.

Film Spring, Summer, Fall, Winter ….and Spring, diproduksi tahun 2003, menggambarkan kehidupan seorang biarawan Buddha menjalani berbagai musim dalam hidupnya.

Sungguh film yang memukau, cantik dan bermakna.

Demikian pula film The President,s Last Bang, 2005, karya Im Song-soo , film komedi hitam yang sarat makna.

Film ini mengisahkan tentang pembunuhan bekas presiden Park Chung-hee, yang tidak lain kejadian paling penting dalam sejarah modern Korea.

Itulah selusin film Korea terekomendasi yang layak anda simak, patut ditonton, dan menjadi tonggak dalam perkembangan perfilman Korea dewasa ini.

Sebagian film yang terekomendasi itu bisa dicari di lapak-lapak DVD di daerah Mangga Dua, Jakarta, seperti film karya Park Chan-wook, Kim Ki-duk dan karya Le Chang-dong. ( Syamsudin Noer Moenadi , Jurnalis Senior, Esais, Pemerhati Film yang kini lagi senang menonton film Korea/Q2 ).

Share:

Leave a reply