Selera Bhinneka pada perhelatan mode akbar Jakarta Fashion Week

108
0
Share:

GuritaNews – Memasuki usianya ke- 10, perhelatan mode akbar Jakarta Fashion Week (JFW) 2018, kali ini mengusung beragram program pengembangan kapasitas desainer tanah air, yang tergabung dalam Indonesia Fashion Forward (IFF), untuk memboyong mereka masuk ke pasar internasional.

Semisal kolaburasi pabrikan desainer Indonesia Fashion Forward, yakni Bateeq dengan Suzuki Takayuki dari Jepang, pada perhelatan JFW 2016 dan 2017, Norma Hauri dan Restu Anggraini yang berkolaburasi dengan dua perusahaaan teksil asal Jepang, UTIC dan Toray Institue.

Tahun ini, kemitraan internasional JFW, juga mengantarkan 8 perancang mode IFF ke panggung 5 pekan mode dunia.

Selanjutnya 7 desainer IFF tampil di pentas 5 pekan mode dunia pada Maret 2017, seperti , I.K.Y.K dan Poppy Hartanto di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival2017, Rani Hatta dan Bateeq di Amazon Fashion Week Tokyo 2017, lalu Ria Miranda dan SOE Jakarta, di ajang Seoul Fashion KODE Fall/Winter 2017.

Seta tak ketinggalan, Novita Yunus lewat Amzon India Fashion Week Autumn/Winter 2017.
Novita bakal tampil kembali secara kolaburatif dengan Nisha, perancang pabrikan Fashion Design Council of India, dan berbagi panggung dengan desainer kontemporer Nitin Bal Chauhan asal India.

“Kami ingin menghadirkan ke-Bhinnekaan di panggung pada perhelatan tahun ini. Tak hanya dalam karya, namun juga inspirasi,” ujar Lenni Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week.

Lewat tema ‘Bhinneka dan Berkarya’ pekan mode akbar JFW ini seperti hendak intens menjalin kolaburasi bersama mitra internasionalnya. (Q2)

Share:

Leave a reply