Selembar Itu Berarti : asli ‘baper’ nih film…!

100
0
Share:
Jumpa pers 'Selembar itu Berarti' ( foto ; kicky herlambang/guritanews.com)

GuritaNews – Lagi…! Sebuah karya dari sutradara muda pendatang baru Dedy Aliansyah Siregar, bakal mengkoyak-koyak perasaan anda sepanjang durasi 90 menit , lewat sebuah film drama berjudul “Selembar itu berarti”.

Penantian panjang terjawab sudah, setelah sekian lama menunggu tanggal tayang di bioskop, film “Selembar itu berarti” produksi Mora Heart Production -yang sempat memboyong dua penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (disebut MURI)- akhirnya tayang di seluruh bioskop nasional mulai 24 Mei.

“Penantian panjang kami yang bekerja keras untuk sebuah karya akhirnya tuntas. Setelah tanggal tayang keluar dari pihak exhibitor, untuk merilis  di seluruh bioskop nasional mulai 24 Mei,” Bangga Dedy Arliansyah Siregar.

Film drama anak “Selembar itu berarti” memaparkan kepedihan hidup kaka-beradik Putri dan Diaz.

Setelah di tinggal mati sang ayah, merekapun harus merawat ibunya yang mulai sakit payah.

Kehidupan Putri dan Diaz -dua bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini- kian miris dan pilu, saat sang ibu juga harus meninggalkan mereka selamanya akibat sakit yang diderita tak kunjung sembuh.

Sontak, lengkaplah seketika penderitan kakak beradik -Putri dan Diaz- , entah upaya apa yang harus mereka lakukan untuk beratahan hidup.

Untuk persoalan makan saja mereka harus di bantu tetangganya, dan itupun sangat terbatas.

Bahkan untuk belajar di sekolah , merekapun tak lagi memiliki perlengkapan dan peralatan yang layak.

Dedy Aliansyah Siregar dan Anwar Fuady ( foto : kicky herlambang/guritanews.com)

Dedy Arliansyah Siregar dan Anwar Fuady ( foto : kicky herlambang/guritanews.com)

Buku tulis untuk belajarpun tak lagi sanggup mereka beli hingga harus mengais kertas bekas kosong yang mereka dapatkan di pangkalan pemulung.

Jika kertas saja tak lagi mereka miliki untuk menuntut ilmu di sekolah? lalau bagaimana masa depan mereka kelak?

Inilah secaraik fakta miris , betapa masih banyakanya anak-anak Indoensia yang susah sekolah.

Bukan karena alasan sekolah itu mahal atau jauh jaraknya saja, namun ketidak mampuan mereka membekal hidup dan mengenyam pendidikan, adalah bukti yang tak terelakkan bahwa ‘Kemiskinan’ masih hinggap di negeri ini!

Meski tak terlalu bicara banyak film ini bicara tentang kualitas produksi dan segala aspek-alasan teknik penggarapan serta lainnya yang ‘njelimet’, paling tidak harus diakui 300.000 penonton yang lebih dahulu menyaksikan (sebelum di tayangakan secara resmi pada 24 Mei 2018) “Selembar itu berarti” di berbagai bioskop dan tempat lainnya di daerah, telah sukses mengurai air mata sepanjang film.

Pasalnya film ini memang akan mengajak anda untuk ‘baper’ (bawa perasan) habis!

Aktor gaek Anwar Fuady yang ikut andil berperan sebagai Lurah dalam film ini, mengakui bahwa“Selembar itu berarti” bukan sekedar film ‘tapi pesan yang kuat’

“Teramat banyak kandungan pesan moral dalam film ini. kekuatan edukasi juga sangat kental dalam film ini, jadi saya himbau masyarakat untuk nonton film ini,”

Raslina Rasidin (foto : kicky herlambang/guritanews.com)

Raslina Rasidin (foto : kicky herlambang/guritanews.com)

Hal senada juga di paparkan aktris Raslina Rasidin, yang juga ambil peran dalam film ini, ia mengatakan sangat langka film berbasis anak dan edukasi saat ini.

“Saya kagum dengan film ini. Setiap nonton meleleh air mata saya. Ini membuka nurani kita semua bahwa Putri dan Diaz adal sepenggal contoh anak-anak Indonesia yang tidak mampu sekolah, tapi mereka mampu bertahan dengan kondisi hidup nan miris,” papar Raslina.

“Film ini punya kekuatan, memiliki kandungan pesan moral begitu dalam dan tersimak. Saya rasa anda patut mengajak keluarga nonton film ini,” serunya kepada guritanews.com usai jumpa pers. (Q2)

Share:

Leave a reply