Romantika generasi masa kini dalam film “Posesif”

941
0
Share:

guritanews – Film Posesif bercerita tentang Lala (Putri Marino) si atlet loncat indah yang hidupnya jungkir balik setelah menemukan cinta pertamanya, Yudhis (Adipati Dolken), murid baru di sekolahnya.

Janji setia Lala untuk Yudhis malah jadi jebakan,karena cinta Yudhis yang awalnya sederhana dan melindungi, ternyata punya kerumitan dan berbahaya.

Lala pun mengambang dalam pertanyaan: apa artinya cinta?

Apakah seperti loncat indah yang bila gagal, harus ia coba lagi atas nama kesetiaan?

Ataukah ia hanya sedang tenggelam dalam kesia-siaan?

Film Posesif merupakan karya perdana PALARI FILMS, rumah produksi yang ingin menghasilkan film-film berkualitas.

Film ini diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, atau biasa dipanggil Eddy.

Posesif, juga buah kolaborasi unik antara sutradara Edwin dengan penulis cerita Gina S Noer.

Karya-karya Edwin sebelumnya telah ditampilkan di berbagai festival film internasional, antara lain Babi Buta Yang Ingin Terbang yang memenangkan FIPRESCI Award 2009, Postcards From The Zoo yang terseleksi berkompetisi di Berlinale 2012, dan juga Kara Anak Sebatang Pohon, film pendek Indonesia pertama yang ditampilkan di Director’s Fortnight, Festival Film Cannes 2005.

POSESIF adalah film panjang pertama Edwin yang akan dirilis di bioskop-bioskop tanah air.

Gina S Noer sendiri sudah dikenal oleh penonton Indonesia.

Sebagai penulis skenario, hasil karyanya  telah disaksikan jutaan penonton lewat film-film box office seperti Habibie Ainun (2012) dan Rudy Habibie (2016).

Kegelisahan remaja menjadi daya tarik tersendiri bagi Meiske yang banyak memproduseri film-film Edwin.

Saat menjalani riset untuk Posesif, perempuan yang turut memproduseri : The Fox Exploits the Tiger’s Might (Lucky Kuswandi, 2015), Critic’s Week, Festival Film Canned, ini menemukan fenomena pacaran dimana seakan-akan; pacar berhak mengontrol pasangannya sepenuhnya.

“Banyak dari mereka merasa bahwa ‘rasa kepemilikan’ adalah aktualisasi cinta,” ungkap Meiske.

Sementara itu Eddy, yang andil memproduseri Athirah pemenang Film Terbaik FFI 2016, tumbuh dengan menonton banyak film coming of age, yang memotret kenaifan dan kebebasan remaja.

“Saya tertantang untuk mengangkat isu serius yang sangat relevan dan dekat dengan remaja, namun tetap menghibur. Inilah yang kami coba bawa ke pasar remaja Indonesia lewat film Posesif yang ber-genre Romance Suspense,” ujarnya.

Edwin hendak memotret kisah asmara remaja lewat tokoh Lala dan Yudhis, yang salah mengartikan cinta pertama.

“Hubungan yang posesif disalahsangkakan sebagai cinta sejati,” jelas Edwin.

“Ada yang punya obsesi untuk ‘ngebenerin’ pasangannya sehingga selalu memaafkan sebagai tanda kesetiaan,” tambah Meiske.

Peran Yudhis berhasil membuat aktor Adipati Dolken – yang sempat menyatakan untuk tak lagi menerima peran-peran anak SMA – merasa harus membuat pengecualian.

Dolken merasa tertantang untuk mengembangkan sosok cinta pertama Lala yang kompleks.

“Ini membuat gue harus nge-push diri gue untuk memberi lebih, yang membuat gue semakin matang sebagai aktor,“ ungkap Adipati.

Adipati berpasangan dengan Putri Marino, seorang artis pendatang baru yang  lumayan dikenal sebagai presenter pada salah satu stasiun TV swasta.

Putri-pun sangat jatuh cinta dengan karakter Lala.

Alasannya sangat personal, yaitu karena ia sangat dekat dengan karakter Lala, kalau sudah berurusan dengan yang namanya cinta.

Film ini turut didukung oleh dua aktor peraih Piala Citra yaitu Cut Mini (Pemeran Utama Wanita Terbaik  FFI 2016 untuk Athirah) dan Yayu Unru (Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI 2014 untuk Tabula Rasa).

Sementara soundtrack film ini menggaet nama-nama baru dan lawas.

Sebuah lagu klasik dari band Sheila on 7, turut menghias film ini.

Ada nama Dipha Barus, DJ yang membuat pengaruh cukup besar terhadap industri musik kontemporer di tanah air.

Sejumlah band indie juga dilibatkan, termasuk Banda Neira dan Gardika Gigih.

Film Posesif tayang di bioskop-bioskop nasional di bulan Oktober 2017. (Q2)

Share:

Leave a reply