Radio Day : memperkenalkan kembali radio sebagai media komunikasi utama

499
0
Share:

GuritaNews – Radio merupakan media yang sangat akrab dengan pendengarnya dalam menemani aktivitas sehari – hari.

Dengan persaingan media yang sangat ketat saat ini pengelola media siaran harus terus menggali dan memahami apa yang diinginkan oleh para pendengar.

Saat ini ada 37 Radio di Jakarta yang tergabung dalam Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) DKI Jakarta.

Danjuga terbagi menjadi 8 segmen & format sesuai dengan target pendengarnya yaitu Radio Perempuan, Anak Muda, Dewasa
Muda, Dewasa, Bisnis, News, Dangdut & Etnik, serta Radio Mass.

Seperti yang diungkapkan Bp. M. Rafiq selaku Ketua Umum PRSSNI DKI Jakarta “Tujuan Radio Day ini
diadakan adalah karena kami ingin membuktikan bahwa radio bukan media yang konvensional, bukan
media yang jadul. Radio adalah media yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan
hingga kini dibutuhkan oleh pendengar khususnya masyarakat di DKI Jakarta”

Menurut Nielsen (Source: Nielsen CMV & RAM Q3 2017), saat ini terdapat 62,3 Juta pendengar radio
yang tersebar di seluruh nusantara, dimana 41,9 Juta pendengar terpusat di pulau Jawa, khususnya DKI Jakarta (9 juta pendengar di DKI Jakarta dan sekitarnya).
Radio is Personal as a friend and “Mood Booster” Radio juga memiliki keunggulan sebagai media yang dapat menjangkau dan diakses lebih dari 29% populasi lintas generasi, seperti halnya media TV.

Community dan emotional engagement menjadi kunci terus eksisnya Radio sebagai media komunikasi di era digital seperti sekarang ini, yang juga menjadikan
radio selalu dekat dengan pendengarnya lebih dari 2 jam/hari (daily time spending).

Youngsters are Dominant Listeners

Dengan Fleksibilitas yang dimiliki Radio membuat GenZ dan Millenials (39-40%) dapat mengakses radio melalui mobile phone yang juga merupakan tools komunikasi utama yang selalu mereka jinjing.

Menurut Survey Nielsen, Komposisi pendengar Radio di DKI Jakarta dan sekitarnya saat ini di dominasi
oleh Youngster (anak muda) dengan persentase 56% Anak Muda dan 44% Dewasa.

Dan dengan porsi terbesar terdapat pada generasi millenials, yakni 34% dari total listeners.

Para pendengar radio merupakan generasi yang mencintai music, sport, cooking & “snacking”, serta pecinta kopi (heavy consumer of regular coffee).

Radio ADEX (advertising expenditure) mencapai 1,2 Triliun rupiah dengan 59% berasal dari Jakarta yaitu 708.8 Miliar rupiah.

Media& Promosi, Telco, Travel & Recreations serta Beverages merupakan Top Sectors dari Jakarta Radio Adex.

Pada hari Senin 11 Desember 2017 kemarin, sebanyak 37 radio yang tergabung dalam PRSSNI DKI Jakarta menggelar Radio Day, guna memperkenalkan kembali radio sebagai media komunikasi utama yang fleksibel dan merangkul semua segmen usia lintas generasi dan “masih selalu” dekat di hati pendengarnya.

Serangkaian kegiatan dalam acara Radio Day diawali dengan adanya Rumours yang beredar bahwa pada pukul 07.45 WIB akan terjadi sesuatu di seluruh Radio DKI Jakarta, yang memunculkan reaksi yang menghebohkan social media melalui tagar #radioguemati & #radioguegakmati.

Respon yang muncul tersebut agar radio bisa tetap mengudara dan karena mendengarkan radio
merupakan kebutuhan khususnya untuk pendengar di DKI Jakarta yang masih butuh sekali untuk
mendengarkan siaran radio favoritnya.

Selanjutnya dalam event tersebut juga menghadirkan sharing dari brand yang sukses beriklan
melalui radio salah satunya  SHELL OIL.

Share:

Leave a reply