Presiden Erdogan : serangan Istanbul tidak bisa dimaafkan

187
0
Share:

GuritaNews – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan bahwa serangan bom di Istanbul yang menewaskan 11 orang, Selasa 7 Juni, adalah hal yang tidak akan bisa dimaafkan.

 

Tujuh polisi termasuk yang tewas dalam serangan bom mobil dengan sasaran bus polisi, sementara 36 lainnya cedera, dua masih berada dalam keadaan kritis.

Adapun empat korban jiwa lainnya sejauh ini adalah warga sipil.

Presiden Erdogan menegaskan bahwa perang melawan teroris akan terus berlangsung tanpa rasa takut, tanpa rasa lelah, sampai tuntas.

Media Turki melaporkan empat orang sudah ditangkap terkait serangan bom tersebut, namun tidak ada rincian lebih lanjut.

Kekerasan terbaru ini adalah serangan mematikan yang keempat sepanjang tahun 2016 di kota terbesar di Turki ini.

Rangkaian kekerasan di Istanbul membuat pengamanan secara umum ditingkatkan di sejumlah tempat, seperti dijelaskan oleh penjabat Konsulat Jenderal Republik Indonesia, Harlan Hakim.

Dilaporkan juga bahwa seorang mahasiswa Indonesia cedera ringan dalam serangan di Istanbul.

Hingga berita ini di turunkan, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan ini, namun Presiden Erdogan menunjuk keterlibatan kelompok militan Kurdi, yang memperjuangkan hak politik, budaya, dan penentuan nasib sendiri di wilayah Kurdi. (Q2/BBC)

Share:

Leave a reply