Persaingan apartemen bakal kian sengit

875
0
Share:

guritanews – Meskipun pasokan apartemen khusus sewa sangat terbatas, persaingan bisnis pada segmen itu akan kian sengit setelah semakin banyak masyarakat memanfaatkan apartemen milik yang mereka beli untuk disewakan kembali.Riset menunjukkan, total pasokan apartemen sewa di Jakarta saat ini mencapai 8.860 unit, setelah satu menara mulai beroperasi pada akhir tahun lalu, yakni Oakwood Suites La Maison Jakarta dengan 80 unit lengkap dengan perabot.

Pada tahun ini, dua proyek baru akan selesai, yakni Fraser Suites at Ciputra World Jakarta 2 sebanyak 150 unit dan Oakwood Premiere at District 8 Senopati dengan 180 unit.

Sementara itu, empat proyek lainnya masih dalam tahap perencanaan dan ditargetkan rampung pada 2019—2020. Dengan tambahan enam proyek baru itu, setidaknya pasar apartemen sewa di Jakarta akan bertambah sebanyak 642 unit hingga 2020.

Meskipun pasokan ini terbatas, sektor apartemen sewa akan tetap menghadapi persaingan sengit akibat tren yang kian meluas dari masyarakat individu untuk menyewakan apartemen yang mereka beli.

Sejak 2012, tingkat okupansi atau tingkat keterisian apartemen sewa di Jakarta terus melemah dari sekitar 89%, kini menjadi 71,70% setelah turun lagi pada kuartal akhir 2016 sebesar 1,20% secara kuartalan.

Berakhirya kontrak kerja dan penurunan jumlah kedatangan ekspatriat baru menjadi dua alasan utama tekanan tingkat okupansi selama tiga tahun terakhir.

Selain itu, berkembang pula tren perusahaan multinasional dalam dua tahun terakhir untuk menerapkan konsep secondment bagi pekerja ekspatriatnya dan memindahkan mereka ke Jakarta untuk waktu terbatas.

Dengan begitu, perusahaan bisa lebih menekan biaya tunjangan dan pekerja tersebut tidak perlu membawa serta keluarganya.

Di tengah situasi ekonomi lokal dan global yang menantang, banyak perusahaan multinasional berupaya memangkas biaya dengan mengetatkan anggaran hunian bagi ekspatriatnya.

“Perusahaan cenderung lebih menyukasi ekspatriat yang masih lajang atau dengan keluarga yang lebih kecil untuk tinggal di Jakarta,” tulis riset tersebut, belum lama ini.

Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan, tren pembeli apartemen saat ini masih didominasi oleh investor yang berorientasi untuk menyewakan kembali unitnya untuk memperoleh keuntungan sewa.

Hal itu menjadi tantangan utama bisnis apartemen khusus sewa sebab banyak investor individual yang memberi fasilitas yang cukup bagus bagi penyewa apartemen mereka.

Lagi pula, ekspatriat lajang yang kini lebih dominan umumnnya merasa cukup dengan apartemen tipe studio, sedangkan apartemen khusus sewa umumnya memiliki luasan yang cukup besar.

Pasokan apartemen milik atau strata-title terus bertumbuh subur beberapa tahun ke depan. Tahun ini, pasokan baru diperkirakan mencapai 28.014 unit, sedangkan 2018 mencapai 24.298 unit.

Penyerapan apartemen ini pun sejauh ini belum terlalu baik, rata-rata kurang dari 70%. Persaingan itu akan menyebabkan harga sewa apartemen khusus sewa semakin tertekan pada masa mendatang.

Sayangnya, meskipun sejumlah pengelola apartemen sewa sudah mulai menurunkan harga sewa  selama ini, namun belum ada perbaikan berarti terhadap tingkat okupansi.

Pada kuartal keempat 2016, harga penawaran rata-rata di kawasan pusat niaga atau central business district (CBD) di Jakarta masih bertahan pada harga sewa Rp371.322 per meter persegi per bulan. (***)

Share:

Leave a reply