Perhatikan yah…! Larangan main Pokemon Go bagi aparat Indonesia

234
0
Share:

GuritaNews – Patut di perhatikan nih untuk seluruh aparat! Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, dan beberapa kepala kepolisian daerah melarang aparatnya untuk main Pokemon Go dengan alasan yang berbeda-beda.

 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, menghimbau aparatur negara untuk tidak bermain jenis game virtual apapun di lingkungan kantor.

Dalam pesan Twitter (18/7), Yuddy Chrisnandi menyebut alasannya adalah keamanan dan kerahasiaan instansi.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut melalui surat edarannya juga melarang seluruh anggota TNI AL bermain Pokemon Go.

Surat edaran tersebut menyebutkan permainan di telepon pintar itu dapat merekonsiliasi data citra fisik untuk memetakan setiap sudut wilayah, yang berfungsi sebagai geospatial intelligence (intelijen geospasial).

Bagaimanapun Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Edi Sucipto, menjelaskan Pokemon Go masih dipelajari sampai sekarang.

“Tapi memang ada himbauan untuk tidak main Pokemon di instansi militer karena di situ terkait dengan positioning GPS, penunjukan posisi, visual gambar area”, kata Edi kepada wartawan BBC Indonesia, Mehulika Sitepu.

“Bukan tidak boleh main Pokemon, tapi tidak boleh main Pokemon di instansi militer,” tegasnya.

Namun pendapat lain di lontarkan Ketua Asosiasi Olahraga Elektronik, Eddy Lim, bahwa kekhawatiran Pokemon Go disalahgunakan untuk kepentingan intelejensi negara lain sangat berlebihan.

“Itu mungkin. Pada saat dia ada di lokasi dia foto terus dikirim ke sana itu sebenarnya sama saja kayak kirim data.

Tapi bukan berarti Pokemon Go dibuat karena ada tujuan seperti itu,” kata Eddy Lim.

“Yang ditakutkan sebenarnya kan apakah waktu dia lagi uber-uber dengan Pokemon itu datanya dikirim ke server atau tidak. Itu memang bisa dilakukan tapi apakah dilakukan oleh game Pokemon, tanyakan ke pembuatnya.”

Pokemon Go juga dilarang oleh beberapa kepala kepolisian daerah dengan alasan kontra produktif.

Koran Tempo menulis Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, melarang anggotanya bermain Pokemon Go, karena khawatir mengganggu pelayanan masyarakat.

Kapolres Sleman, AKB Yuliyanto, berkata tidak pantas jika polisi bermain game disaat jam kerja, seperti dikutip Media Indonesia. (Q2)

Share:

Leave a reply