Pemerintah Jangan ‘diam’ terhadap vonis mati Rita Krisdianti!

304
0
Share:

GuritaNews – Rita Krisdianti, adalah warga negara Indonesia yang kini menghadapi vonis hukuman mati, yang di jatuhkan Pengadilan Malaysia di Penang.

 

Rita ditangkap tahun 2013 lantaran membawa narkotika jenis sabu seberat empat kilogram.

Menurut Anis Hidayah dari lembaga Migrant Care, vonis tersebut dibacakan hakim pengadilan di Penang, pada Senin (30/05) pagi.

“Pagi ini memang ada sidang di pengadilan tinggi Penang, Malaysia. Agendanya memang sidang putusan terhadap kasus Rita Krisdianti atas dugaan kepemilikan narkoba. Vonis pagi ini adalah hukuman mati,” kata Anis kepada BBC Indonesia.

Anis mengatakan Rita telah mendapat pendampingan hukum melalui Kedutaan Besar RI di Malaysia.

Karena itu, tambahnya, pemerintah Indonesia diminta melakukan upaya banding.

Sementara, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, secara terpisah,mengatakan, “Ini baru pengadilan tingkat pertama. Sudah pasti kita akan banding.”

Rita Krisdianti adalah seorang tenaga kerja wanita yang diberangkatkan ke Hong Kong pada Januari 2013.

Tujuh bulan kemudian, Rita memutuskan pulang ke Jawa Timur karena tidak ada kejelasan untuk bekerja.

Oleh seorang kerabatnya berinisial ES Di Makau, Rita kemudian ditawari bisnis kain dan pakaian.

Rita menyambutnya, lalu kemudian oleh ES diberi tiket dengan singgah ke New Delhi, India, dan Penang, Malaysia.

Setibanya di New Delhi, Rita dititipkan sebuah koper oleh seseorang tanpa boleh membukanya.

Orang tersebut mengatakan jika isi koper adalah pakaian yang akan dijual Rita di kampung halamannya.

Nahas bagi Rita, sesampainya di Bandara Penang, pada Juli 2013 lalu, Kepolisian Malaysia menangkap Rita.

Kepolisian setempat menemukan narkoba jenis sabut seberat empat kilogram yang berada dlam koper titipan tersebut.

Peristiwa ini, kata Anis Hidayah, sangat mirip dengan Mary Jane Veloso, seorang buruh migran asal Filipina yang ditangkap di Indonesia dan divonis hukuman mati. (Q2/BBC)

Share:

Leave a reply