Pementasan Wayang Orang ‘MINTARAGA’ yang menggugah selera kita

456
0
Share:

guritanews – Kita patut acungkan jempol kepada seluruh tim WO (Wayang Orang) Sriwedari dan Triardhika production, setelah sukses mementaskan lakon cerita MINTARAGA,  yang di helat Selasa (25/4) malam, di Gedung Pewayangan Kautaman TMII, Jakarta.

Sebuah persembahan karya klasik dan prestis, yang memang tak mudah untuk disuguhkan, mengingat Wayang Orang adalah produk budaya tradisional yang sangat terciri ke-khasannya

Pagelaran yang sarat menghibur, memanjakan mata dan telinga dengan meleburkan desain kostum, tata cahaya dipadu alunan gamelan khas Jawa, yang secara keseluruhan berhasil menghembuskan atmosfir klasik dan modern dengan sangat terasa.

Mungkin inilah yang sering kita sebut sebagai tontonan berselera!

Melestarikan budaya seni tradisonal (foto : Q2HER/www.guritanews.com)

Sebuah pagelaran seni tradisonal, tetap berpakem kepada ‘taste’, namun tetap berkembang seiring metamorfosis peradaban manusia.

Kolaburasi WO Sriwedari dan Triardhika Production, dalam menggelar MINTARAGA, sebagai tema cerita, telah menyadarkan kita sebagai generasi, bahwa Indonesia masih punya banyak seni tradisional yang hingga kini masih dilestarikan dan punya nilai jual sebagai produk seni budaya nasional yang layak diperlihatkan ke seluruh dunia!

Para pelakon Wayang Orang yang sebagian besar mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta ini, sangat handal memainkan lakon masing-masing.

‘produk seni budaya yang layak diperlihatkan ke seluruh dunia!’ (foto : Q2HER/www.guritanews.com)

Gerak tari dan nyanyian (nembang) selalu mengayun seiring terisi.

“Inilah sebuah penghargaan kami yang luar biasa! saat ratusan penonton yang hadir malam ini  mengapresiasi pertunjukan kami,” aku Eny Sulistyowati SPd, MM, produser Triardhika Production, kepada awak media.

Pementasan Wayang Orang ‘MINTARAGA’ yang merupakan bagian dari hajatan KONGRES IX SENAWANGI, ini juga ditandai untuk kali pertama menggunakan aksesoris busana yang biasa digunakan wayang kulit.

“Jika anda perhatikan, warna kostum serta detail pernak-pernik yang menempel pada kostum semua pelakon, terasa wah kan?? yah itu karena kami memang sengaja menggunakan karakter kostum yang baisa dipakai wayang kulit, dan ini untuk pertama kali dalam sejarah pentas wayang orang dimanapun,” pungkas Eny.

Apa yang dilakukan WO Sriwedari dan Triardhika Production, sudah mutlak mencuri perhatian kita.

‘untuk kali pertama menggunakan aksesoris busana yang biasa digunakan wayang kulit.’ (foto : Q2HER/www.guritanews.com)

Ketika asyik kita bergumul dengan adab kapitalisme yang serba lega memberi ruang mewah dan serba modern demi agar kita mau meninggalkan tradisi klasik, maka WO Sriwedari dan Triardhika Production  tetap memperlihatkan loyalitasnya terhadap seni tradisonal, yang mereka pertahankan sejak 107 tahun lalu!

Pertanyaannya sekarang kemana saja kita selama ini, saat ada sekelompok manusia yang dengan rela mengumbar kreatifitas hebatnya demi kelangsungan warisan leluhur?

Lalu dimana pemerintah menetap? ketika merekapun butuh untuk didukung sepenuhnya , tanpa alasan apapun! (Q2)

Share:

Leave a reply