Panggung integrasi ASEAN di dalam Festival Wayang ASEAN 2016

157
0
Share:

GuritaNews – Seni tanpa batas, keindahan yang merayakan ‘rasa’, pluralitas rasa yang bersentuhan dengan cita rasa estetik (sense of art).

 

Inilah yang diperlihatkan para seniman yang tergabung di ASEAN Puppetry Association (APA), dalam pertunjukan bersama; cultural performances, di Pendopo Kabupaten Mojokerto, Jum’at malam (02/12/2016).

ASEAN Puppetry Association (APA) Joint Performance, yang mengisahkan lakon “Ramayana” tersebut sangat memberi makna; tentang persaudaraan sejati ASEAN.

Tentang pentingnya integrasi ASEAN; keserasian fungsi yang lebih kuat – dalam rangka meningkatkan hubungan antar manusia di antara negara-negara anggota ASEAN melalui gerakan kebudayaan.

Pentas “Ramayana” tersebut merupakan bagian dari acara The 7th Meeting of ASEAN Puppetry Association (APA), Its 10th Anniversary and ASEAN Puppetry Festival 2016, yang digelar di kota Mojokerto Jawa Timur, sejak 30 November – hingga 6 Desember 2016 mendatang.

Joint Performance ini menampilkan para artis, Mr. Anucha Sumaman (Thailand), Mr. Pangna Phranakhone (Laos), Mr. Mann Kosal, dan Mr. Sang Thorn Chek (Kamboja), PG Kamarudin PG HJ Othman (Brunei Darussalam), Donarose Marzan, dan Kiarra Poblacion (Philippines), Tin Tin Oo, Thet Thet Htwe Oo, dan Myint Mo (Myanmar), Mr. Suzlaifan Sulaimin (Singapore), Bui Duy Hieu, Nguyen Hong Phong, dan Nguyen Ngoc Triu (Vietnam), dan Mr. Wahyu Dunung Raharjo, Mr. Bimo Sinung Widagdo, dan Ms. Santi Dwisaputri (Indonesia).

Ikut menyaksikan pertunjukan ini Presidium Chairman of ASEAN Puppetry Association (APA), Mr. Danny Liwanag (Philippines), Sekjen ASEAN Puppetry Association (APA), Suparmin Sunjoyo (Indonesia), Mr. Prof. Dr. Ghulam (Malaysia), Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, pejabat perwakilan dari Direktur Kerjasama ASEAN fungsional, Kementerian Luar Negeri RI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, anggota dan Pengurus SENAWANGI (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia), PEPADI (Persatuan Pedalangan Indonesia), serta sejumlah tokoh, seniman, budayawan, dan masyarakat Mojokerto dan sekitarnya.

ASEAN Puppetry Festival 2016, sebelumnya juga menampilkan pragmen arak-arakan yang melibatkan 10 wakil-wakil organisasi pewayangan dari negara anggota ASEAN, meliputi Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipina, Singapore, Thailand dan Vietnam.

Menampilkan dalang cilik putri Ike Nur Kumalasari, siswi SMKN 12 Surabaya, dan Dalang Terbaik Festival Dalang Bocah Tingkat Nasional, Joko Wicaksono, siswa SDN Banyulegi Dawar Blandong Mojokerto.

Kedua dalang cilik anggota dari Sanggar Candra Siswa Mojokerto ini, tampil melalui pakeliran padat, yang digelar di Pendapa Agung Trowulan, Sabtu (03/12/2016).

Hingga di penghujung acara Festival Wayang ASEAN 2016, masih ada sejumlah penampil dengan berbagai jenis pertunjukan Wayang ASEAN, diantaranya Wayang Air dari Vietnam, Black Theatre dari Philipina, String Puppet (Wayang Tali) dari Myanmar, Shadow Puppet dari Singapore, Human Puppet dari Thailand, dan beberapa jenis pertunjukan Wayang Indonesia./***

Share:

Leave a reply