Pakem industri musik mainstream dalam klip “ICBANANA”

448
0
Share:

guritanews – Keberhasilan klip Despacito menjadi video pertama yang meraih lebih dari 3 Milyar penayangan, maka membuat kita bertanya-tanya apakah industri musik telah mengembangkan formula untuk membuat musik mainstream?

Pekan lalu sebuah video klip baru, dirilis di YouTube yang mengejek industri musik dan “formula” yang seharusnya mereka gunakan.

Videoklip ini berjudul ICBANANA, yang dinyanyikan I.C featuring Don Hohova.

Jika menyaksikan klip ini, maka anda patut mencatat semua hal yang menurut produser ICBANANA, David Svoboda, ada dalam “Formula” teoritis yang digunakan oleh industri musik mainstream.

“Kami menelaah rumusnya dan membandingkannya dengan videonya #ICBANANA untuk melihat bagaimana itu akan terbangun.” Jelasnya.

 Orang dengan tato yang menarik
 Banyak wanita cantik
 Orang yang memakai gangster swag
 Setiap orang selalu di pesta
 Adegan di pantai
 Orang mengendarai Mobil keren
 Orang-orang di atas mobil keren
 Orang-orang berkeliaran di mobil dengan cepat dan gaya marah
 Orang memamerkan uang
 Orang menari
 Orang yang minum alkohol
 Orang melakukan hal-hal yang ilegal (zat yang dikendalikan, senjata api)
 Orang yang memakai sesuatu yang menjengkelkan yang tidak akan mereka kenakan di
depan umum (topeng kuda).

Inilah hal-hal yang bisa dilihat oleh masyrakat umum.

Ada beberapa permainan dalam lagu #ICBANANA yang digali secara mendalam.

Masyarakat saat ini cenderung mengikuti secara ‘liar’, melahap apapun yang diberikan oleh industri mainstream.

Bukan sekadar mengikutinya tapi juga mengadopsi hal-hal yang bahkan tidak mengerti.

Lagu ‘Despacito’ adalah subjek kasus yang sempurna untuk ini.

Lebih dari 3 miliar penayangan untuk video ini.

Hampir kemanapun anda berpergian, nyaris tak terelakkan jika banyak orang tersihir untuk melantunkan Despacito.

Bahkan hampir banyak klub malam dan bar, keranjingan dengan lagu ini.

“Sangat menarik, karena kurang dari 6% populasi dunia berbahasa Spanyol. Berarti miliaran orang sedang terbius menggilai lagu yang sebenarnya tidak mereka mengerti bahasanya.” Papar David Svoboda.

Meski mereka tahu satu kata yang kerap diingat yakni “Despacito”.

David Svoboda, menjelaskan bahwa musik mainstream memahami psikologi karena memiliki kata-kata yang menjadi virus dikalangan masyarakat.

Dalam hal ini, dia memilih kata BANANA untuk videonya.

“Ini bukan kali pertama BANANA dipilih sebagai kata yang mewabah.” Jelas David Svoboda.

Waralaba populer seperti ‘Despicable Me’ dan ‘Minions’ menggunakan kata buzz yang sama persis dengan istilah linguistik utama yang dapat dimengerti yang digunakan oleh karakter animasi berwarna kuning kecil. (Q2)

Share:

Leave a reply