Ody Mulya : Kawal MEA Awas Infiltrasi Budaya Asing!

485
0
Share:

GuritaNews – Beberapa waktu lalu Kumpulan Jurnalis Sinema Indonesia menggelar diskusi bertema ‘Tantangan dan Peluang Perfilman Indonesia di Pasar MEA’.
Diskusi hangat yang dihadiri Produser film dan insan perfilman Indonesia cukup alot berjalan.

Ada yang menarik dala diskusi yang di helat kelompom wartawan hiburan film tersebut yakni, pandangan Produser Maxima Pictures, Ody Mulya, mengatakan dengan dibukanya keran persaingan ketat di pasar MEA sejak Desember 2015 lalu, maka bersiaplah ‘kita semua berjibaku hadapi peran para investor asing yang  menanamkan modalnya di tanah air’.

Produk dan bidang jasa di seluruh negara ASEAN bebas memasuki pasar Indonesia, demikian sebaliknya produk dan jasa asal Indonesia dengan muda masuk ke negara-nega ASEAN lainnya.

“Saya tidak terlalu berharap banyak sama investor asing yang datang ke Indonesia untuk membuat film. Karena mereka belum tentu mau memanfaatkan sumber daya manusia milik kita , maka dari itu kita harus menyikapinya dengan bijak. Mau tak mau harus mampu bersaing dengan mereka,”tutur Oddy Mulya, di sela diskusi yang di gelar di Shinjuku Shabu, Ancol Beach City, Ancol, Jakarta Utara, Senin (11/4) lalu.

diskusi-kjsi

jangan sampai mereka melakukan infiltrasi budaya kesini, bahaya itu! jadi mari kita kawal bersama’ (photos ; q2her/guritanews.com)

Produser film ‘Wa’alaikumussalam Paris’ ini mengatakan hadirnya MEA sangat dibutuhkan standarisasi yang tinggi agar produk perfilman Indonesia mampu bersaing diluar negeri.

“Untuk para artis, produser dan kru film juga harus memenuhi standar kompetesi yang bagus, supaya film Indonesia bisa laku disana. Karena ini pasar bebas kita bebas menentukan produk negara masing-masing,”papar Ody Mulya.

Bila dikaitkan dengan kondisi aspek budaya, seni, dan hiburan, maka MEA sebuah peluang bagi Indonesia untuk maju dan lebih unggul dari negara ASEAN lainnya karena Indonesia memiliki keragaman dan aspek keunikan lainnya.

Ody menambahkan masuknya inverstor asing dari kawasan asia, ‘jangan sampai mereka melakukan infiltrasi budaya kesini, bahaya itu! jadi mari kita kawal bersama ‘

Diskusi ini dihadiri sejumlah artis seperti Erna Santoso, Rizal Jibran, Sandra Olga, juga Johny Safruddin (Ketua Gabungan Bioskop Seluruh Indonesia), Bagiono Prabowo (Pafindo), Anton Pratama (importir film), serta lainnya. (Q2)

Share:

Leave a reply