MUNAS KE- IV PAMMI : Rhoma Irama belum tergantikan

163
0
Share:
MUNAS KE-IV PAMMI - Foto Eddie Karsito 1/guritanews.com

guritanews – Kharisma Raja Dangdut Rhoma Irama masih terlalu kuat untuk digantikan jabatannya sebagai Ketua Umum PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia).

Sehingga baru pada tahap pemandangan umum laporan pertanggungjawaban Ketua Umum, sebagian besar peserta Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke- IV PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu-Dangdut Indonesia), kembali mendaulat Raja Dangdut Rhoma Irama untuk menduduki pucuk pimpinan PAMMI Periode 2017-2022.

“Kami dari DPD Jawa Timur menerima laporan pertanggung-jawaban Ketua Umum tanpa catatan. Kalau soal bang haji tidak mau merinci laporan keuangan, semua itu karena keuangan devisit. Kalau kemudian roda orgasasi PAMMI bisa terus berjalan, karena campur tangan ketua umum,” ujar Ketua DPD Jawa Timur, Puri, saat menyampaikan pemandangan umum dalam Sidang Paripurna Munas PAMMI, di Convention Center Mercure Hotel, Ancol Jakarta Utara, Jum’at malam (24/03/2017).

Rhoma pun tak kuasa menolak keinginan para peserta Munas, yang secara keseluruhan menghendaki dirinya untuk yang kelima kalinya menjabat sebagai ketua umum

“Kalau memang kalian menerima laporan pertanggungjawaban, dan menghendaki saya kembali menjadi Ketua Umum, dengan mengucap innalillahi wa innailaihi roji’un, saya terima mandat ini,” ujar Rhoma Irama, disambut tepuk tangan riuh dan teriakan Allahu akbar para peserta Munas.

“Maaf nih, selama haji Rhoma masih hidup, enggak ada yang bisa menandingi kharismanya. Ane pikir, Rhoma bakal terpilih lagi,” ujar Jaja Miharja, usai sholat Jumat, di mana Rhoma Irama menjadi khotib dan imam sholatnya.

“Maaf ya, bukan bermaksud menafikan kader lain, seperti Ikke Nurjanah, Yus Yunus atau Cici Faramida. Tapi menurut saya bang Haji belum ada yang bisa menggeser kedudukannya,” tegas pedangdut senior Hetty Sunjaya.

Bukan tak ada pilihan lain hingga hampir keseluruhan peserta menjatuhkan pilihan hatinya kepada Rhoma Irama untuk kesekian kalinya menududuki tahta teratas organisasi yang dipeloporinya itu.

Namun selama ini sosok Rhoma Irama memang masih menjadi alasan sebagai panutan masyarakat pedangdut yang tergabung di PAMMI, maka wajarlah jika para anak asuhnha memiliki rasa segan begitu tinggi kepada sang legenda dangdut itu.

Selama kepemimpinannya, PAMMI tetap stabil dengan keadaanya, meski miskin penghasilan, organisasi ini tetap bertahan ditengah ‘muramnya’ carut marut industri dangdut itu sendiri. (Q2)

Share:

Leave a reply