Mulai hari ini Pemerintah berlakukan pengampunan pajak

301
0
Share:

GuritaNews – Presiden Joko Widodo menegaskan jika program pengampunan pajak yang berlaku mulai hari ini hingga 31 Maret 2017 nanti, tidak berlaku untuk pengampunan bagi para koruptor.

 

“Saya ingin menegaskan bahwa tax amnesty bukan upaya pengampunan bagi koruptor atau atas aksi pencucian uang. Tidak. Ini saya perlu tegaskan,” tegas Jokowi saat meresmikan peluncuran Program Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jumat (1/7).

Presiden mengatakan, lewat program ini pemerintah ingin menyasar para pengusaha yang menyimpan dananya di luar negeri, terutama “ribuan triliun rupiah dana pengusaha dan orang Indonesia” yang berada di tax haven di luar negeri agar dibawa pulang atau di-repatriasi untuk membangun negara.

Melalui undang-undang Pengampunan Pajak, para wajib pajak yang belum melaporkan pajaknya akan mendapat tarif tebusan yang lebih rendah.

Tarif dibagi menjadi tiga kategori, yakni bagi usaha kecil menengah, bagi wajib pajak yang bersedia merepatriasi asetnya di luar negeri, serta deklarasi aset di luar negeri tanpa repatriasi.

Menurut Direktur Eksekutif Pusat Analisis Perpajakan Indonesia (CITA), Yustinus Prastowo, sebelum masa Undang-Undang Pengampunan Pajak berakhir 31 Maret 2017 mendatang, pemerintah punya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yaitu mereformasi sistem pajak agar pengampunan pajak tak perlu lagi terjadi.

“Undang-Undang ini harus yang terakhir. Undang-Undang ini harus ditempatkan sebagai jembatan untuk menuju comprehensive tax reform berupa penguatan sistem perpajakan, peraturan, maupun kelembagaannya. Dalam konteks itu, pemerintah masih punya pekerjaan rumah untuk mewujudkan reformasi pajak dan melakukan penegakan hukum yang kuat dan tegas. Jika pemerintah berhenti pada tax amnesty, ini yang bahaya,” jelas Prastowo.

Bahaya dimaksud adalah semakin leluasanya para wajib pajak untuk menghindari pajak, serta memiliki persepsi bahwa pemerintah Indonesia lemah dan tidak mampu berbuat apapun untuk menindak mereka. (BBC/Q2)

Share:

Leave a reply