Menyimak pesan terdalam Mooncake Story

137
0
Share:

guritanews – Film Mooncake Story, karya terbaru Garin Nugroho, yang edar mulai Kamis, 23 Maret ini, memang tetap dikemas dengan gaya khas sutradara kasta festival internasional ini.

Garin masih bermain dengan gaya visual dan kekritisannya yang selalu terlihat mahir memerankan film sebagai pesan dan dakwah.

Film produksi Tahir Foundation dan MVP Pictures hadir di tengah masyarakat dengan pesan muatan moral yang sangat dalam.

Menurutnya, Mooncake Story sangat terkait dengan ‘isu sosial masa kini’.

Mantan Presiden RI ketiga, BJ Habibie, juga menyampaikan kesannya; film yang dilakoni Bunga Citra Lestari (sebagai Asih), Morgan Oey (David), Dominique Diyose (Linda kakak David), Melati Zein (Sekar, adik Asih), Dedy Sutomo (pakTRI supir David), Kang Saswi (Badut), Jaja Miharja (pak RT), dan Richard Oh itu, memang mencerminkan kehidupan di bumi Indonesia.

“Bahwa kita adalah masyarakat yang plularistik. Berarti kita tidak mengenal perbedaan suku, agama dan ras. Dasar filsafat dalam film ini sangat dalam, meski tidak mudah diperlihatkan dalam masa penceritaan film selama dua jam. Tapi saya yakin, film ini akan merangsang siapa saja, yang mempunyai akar (Ke-Indonesian). Saya persilakan publik menonton film ini,” katanya seusai menonton film ini.

Hal seanda juga di lontarkan Gubernur DKI Basuki Tjahaya Purnama “Ide film ini bagus. Karena bercerita tentang kasih sayang dan persahabatan yang tidak ada batasnya”

Lalu pesan apa yang sebenarnya yang disampaikan film yang sebagian besar keuntungannya akan disumbangkan ke Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dan sisanya untuk kepentingan amal dan kemanusiaan itu?

Menurut orang nomor satu di Tahir Foundation, Datok Sri Prof Tahir, Mooncake Story punya tiga makna untuk disampaikan dan diekpresikan kepada publik melalui film ini.

“Pertama adalah hubungan ¬†harmonis, bisa dibangun antara mayoritas dan minoritas. Kedua, adalah hubungan antara si kaya dan si miskin, kita perlu adanya kerjasama saling membantu antara si kaya dan si miskin. Dan ketiga, khusus untuk para pengusaha. Kita para pengusaha bisa berbuat lebih banyak lewat kemampuan kita, untuk membantu masyarakat di bawah lapisan yang paling rendah,” katanya.

Apa yang dikemukakan Garin Nugroho, BJ Habibie, Basuki Tjahaja Purnama dan Dato Sri Prof Tahir berbanding lurus dengan apa dikemukakan sejumlah pelakon utamanya.

Aktris Bunga Citra Lestari (BCL), mengatakan pesan moral dari film ini adalah bagaimana kita harus bisa saling menghargai antarsesama.

Bunga Citra Lestari (foto : kicky herlambang/guritanews.com)

Bunga Citra Lestari (foto : kicky herlambang/guritanews.com)

“Meski tingkat sosial dan etnis kita berbeda. Atau dengan kata lain, kita tetap harus bisa saling mengisi satu sama lain,” ujarnya seusai jumpa pers gala premiere di Epicentrum, Jakarta, Senin (20/3) sore.

“film ini sangat humanis.” sahut Dominique Diyose

Dan itu diamini oleh Morgan Oey, yang menilai film ini,”Sangat related dengan masyarakat Indonesia”. Atau dalam bahasa Ridwan Kamil, Walikota Bandung, film ini mengusung semangat,” Hidup harus saling menghormati satusama lain dalam perbedaan,”

Sebuah realitas sosial di negeri ini yang di kemas dengan gaya sinematografi aktual dan linear cerita (yang tidak mengerutkan dahi kali ini) telah mengantarkan Mooncake Story sebagai film dengan gaya bertutur yang serba lekat dengan kita semua. (Q2)

Share:

Leave a reply