Mencuri makanan karena lapar bukan kejahatan di Italia

Share:

GuritaNews – Mungkin berbeda dengan di negara lainnya, atau mungkin di Indonesia, mencuri makanan dari orang lain yang bukan miliknya atau mencuri makanan dari warung atau swalayan pasti ada sangsinya, kalau tidak dilaporkan atau ditangkap polisi jika ketahuan, atau bisa saja dipukuli si pencuri sambil di teriaki maling.

 

 

Nah,di Italia, pengadilan banding tertinggi negara ini memutuskan bahwa kasus pencurian makanan yang dilakukan oleh Roman Ostriakov, bukanlah kejahatan.

Para hakim mengubah hukuman atas ulah Roman yang mencuri keju dan sosis senilai €4 setara Rp 61.000 dari sebuah swalayan.

Roman, pria tunawisma asal Ukraina ini, mencuri karena ‘kondisinya yang sedang kelaparan’.

Untuk itu kasasi memutuskan untuk tidak menjeratnya sebagai tindak kejahatan.

Kejadian pada tahun 2011, seorang pelanggan di toko itu memberi tahu pihak keamanan, saat ia melihat Ostriakov meninggalkan toko serba ada di Genoa, dengan membawa dua potong keju dan sekantong sosis di kantongnya, meskipun ia hanya membayar untuk roti.

Tahun 2015, Ostriakov dihukum karena mencuri dan dihukum penjara enam bulan dan denda €100 atau Rp1,5 juta. (Q2)

Share:

Leave a reply