Menanti Headshot berlaga di world premiere Festival Film Toronto

200
0
Share:

GuritaNews  – Perhelatan Toronto International Film Festival (TIFF) 2016, menjadi festival film internasional pertama yang akan memutar film aksi produksi Indonesia berjudul ; Headshot.

 

Film yang dibintangi Iko Uwais, Chelsea Islan, Julie Estelle dan Sunny Pang, ini akan diputar di program Midnight Madness ,pada 9 Sepetember (waktu setempat) mendatang.

Pemutaran di TIFF 2016 ini taklain sebagai perhelatan World Premiere.

Film Headshot merupakan produksi bersama Screenplay Productions dan Infinite Studios di bawah bendera produksi Screenplay Infinite Films.

Ide awal produksi berawal dari keinginan membuat film laga yang sepenuhnya  bisa digarap di fasilitas Infinite Studios, di Batam.

Memproduksi film di studio dengan fasilitas lengkap memungkinkan film ini dikerjakan jauh lebih detail dan efektif.

Proses produksi Headsshot berlangsung selama 5 bulan, mulai dari persiapan produksi hingga selesai syuting.

Sementara butuh delapan bulan buat menuntaskan pasca-produksi film ini.

Film laga ini merupakan karya duet sutradara, Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel.

Chelsea Islan dan Iko Uwais (foto ; q2her/guritanews.com)

Chelsea Islan dan Iko Uwais (foto ; q2her/guritanews.com)

“Headshot benar-benar menantang kami untuk mengeksplorasi dan belajar hal-hal baru. Mengingat laga merupakan genre film pertama kami. Saya sadar bahwa nama besar Iko sedikit banyak menjadi beban kami dalam menyelesaikan film,” ungkap Timo.

Nikkatsu Corporation (Jepang) bermitra dengan Vertical Entertainment dan XYZ Films, nantinya akan mendistribusikan film ini secara global.

Pihak Nikkatsu menangani distribusi wilayah Asia, sementara Vertikal dan XYZ untuk wilayah Amerika.

“Ini adalah kali pertama Screenplay membungkus film action. Dan film ini sangat-sangat berbeda, lebih friend –audiens. Semoga saja juga mampu menjadi trigger bagi film-film action Indonesia kedepannya,” jelas  Wicky V Olindo produser Headshot, seusai jumpa pers,Kamis (18/8), di Senayan XXI,

“Kami hanya berbuat bagaimana sebuah film action memiliki taste-nya,” pungkasnya. (Q2)

Share:

Leave a reply