Menanti gerombolan zombie “ZETA” di bioskop

611
0
Share:
Preskon film ZETA (foto ; kicky herlambang/guritanews.com)

GuritaNews – Memang tak banyak filmmaker tanah air yang punya keberanian memproduksi film bergenre horor-fiksi dengan mencomot karakter mayat hidup (sebutlah) ‘zombie’ , mungkin karena film berbasis mayat hidup ini harus di rakit dengan anggaran yang besar, semisal ZETA,  film horor/fiksi pabrikan rumah produksi Swan Studio.

Film ZETA, ingin menawarkan warna laga-fiksi dengan ritual horornya, yang sangat berbeda (meski tak perlu juga disebut mainstream), menggunakan sekelompok mayat hidup sebagai piranti keseruan dalam cerita horor, drama, aksi, fiksi-ilmiah, yang di bungkusnya.

ZETA mencoba merefleksikan hasrat penikmat film horor -dengan bumbu action-fiction- tanah air yang bisa di sebut ‘berkarakter’ , karena tak banyak film horor/fiksi selama belasan tahun -belakangan- ini yang mampu mendatangkan jumlah penonton hebat.

Bahkan juga tak banyak sineas dan film-maker yang punya keberanian untuk lebih kreatif menjajakan produknya lewat tema-tema horor/fiksi yang di gadangnya.

Sering ditemukan , cerita bagus penggarapan minimalis, ada juga cerita yang sedikit rumit (biasanya dengan memainkan twist) yang digarap oleh sutrdara beken sekalipun – tak menjamin film horor/fiksi tersebut laris di pasaran.

Yang uniknya, justru ada beberapa film horor/fiksi yang rakitan ceritanya ringan-ringan saja namun punya magnet mendatangkan penonton.

Poster resmi ZETA (guritanews.com)

Poster resmi ZETA (guritanews.com)

Film ZETA, garapan Amanda Iswan, biasa disebut Mandy, bakal hadir dengan taste yang cukup menjanjikan lwat ramuan varian fiksi, aksi dan horor tentunya.

Dengan menjadikan mayat hidup bergerombol alias bala zombie, tentu film yang di produksi dengan anggaran yang cukup besar ini akan memberikan nilai lebih sebagai tontonan.

Artinya ZETA tidak semata sebagai tontonan menghibur belaka, namun bagaimana Mandy yang juga bertindak sebagai penulis cerita, menjadikan ZETA sebagai film yang sarat ‘berselera’.

Mandy adalah pendatang baru di pentas perfilman nasional, lalu kenapa ia memilih zombie sebagai konten ZETA?

“Dari dulu tuh aku memang punya keinginan untuk bikin film horor/fiksi yang seru gitu mas. Nah memutuskan ZETA dengan memasukan zombie di dalamnya juga gak sembarangan. Aku dan tim produksi juga lakukan riset di lapangan. Apalagi film ini juga ada unsur ilmu pengetahuan,” ungkapnya kepada guritanews.com usai jumpa pers peluncuran trailer ZETA di Jakarta, Jum’at (11/5) sore.

Bicara sebab musabab, kenapa ia tertarik menggarap ZETA dengan muatan zombie?

Mandy Iswan (foto ; kicky herlambang/guritanews.com)

Mandy Iswan (foto ; kicky herlambang/guritanews.com)

“Aku suka dengan produk mayat hidup asal hollywood ini. Dan aku terinspirasi dari film serial Walking Dead. Untuk itu aku melengkapi banyak hal dalam ZETA, bukan horor saja, tapi ada dramanya, actionnya juga ada, adegan laga yang seru juga kami garap sedemikian menariknya,” akunya

Sementara Syaiful Wathan yang bertindak sebagai produser ZETA memaparkan bahwa film ini punya warna yang berbeda dengan kebanyakan film horor/fiksi Indonesia, yang menggunakan media hantu itu-itu saja.

“Menjual zombie dalam ZETA adalah tantangan besar bagi saya untuk berani memberikan nilai lebih dalam genre horor. Saya yakin saat nanti dirilis , masyarakat bakal menyukai ZETA,” harap Syaiful.

Menginta banyak film dengan nuansa zombi menggunakan kekuatan piranti efek visual dan make-up yang sarat, lalu seberapa banyak muatan efek CGI (Computer Generated Imagery) dalam ZETA?

“Sekitar 20 persen lah mas.,”

Beberapa waktu lalu ada film yang menampilkan sekelompok mayat hidup semisal ; Kampung Zombie (2015) yang sangat minim kulaiotas penggarapan tapi cukup punya denyut mendatangkan ratusan ribu pentoton, Pengabdi Setan (2017), Reuni Z (2018), bahkan film Jailangkung 2 yang dirilis jelang lebaran 2018, juga ikut ambil bagian menampilkan ‘peranan’ sekelompok mayat hidup dalam sekuelnya.

ZETA harus bertenaga kuat untuk meraih kepercayaan publik jika film ini ingin di tonton ratusan ribu atau jutaan orang.

Paling tidak, ZETA (harus) sangat jeli melihat pasar penonton horor, yang sudah mahfum membedakan mana ‘zombie hollywood’ (buatannya) dan mana zombie pabrikan lokal yang sudah beberapa kali di uji cobakan di layar bioskop.

baca juga : Trailer film Jailangkung 2 : upaya mempertahankan selera

Dan bukan tidak mungkin jika ZETA sukses di layar bioskop nasional, maka akan membuat pengaruh ‘bisnis’ bagi sineas dan film-maker lainnya untuk gatal ‘latah meniru’.

Bagi saya (penulis), film ZETA yang dibintangi ; Jeff Smith, Cut Mini, Dimas Aditya, Edo Borne, layak anda nantikan penayangannya di bioskop tahun ini juga! (Q2)

Share:

Leave a reply