Menakutkan film Ouija atau trailer Ouija: Origin of Evil ?

363
0
Share:

GuritaNews – Jika anda sudah menonton film pertamanya, Ouija (2014) – menurut saya (penulis) biasa saja – mungkin anda perlu dengan seksama membandingkan dengan trailer film kedua-nya, Ouija: Origin of Evil.

 

Menonton film horor, tentu membutuhkan ‘selera’ yang maksimal, bagaimana gambar dan cerita opunya kekuatan dahsyat mengikat naluri dan emosional penonton , tentu lewat kejutan mendebarkan.

Sutradara Mike Flanagan, yang sebelumnya juga menggarapa beberapa film horor seperti : Oculus (2014), Hush (2016), Before I Wake (2016),memang punya selera berbeda dengan Stiles White saat menggarap Ouija.

Ketiga film Flanagan , yang saya sebutkan diatas, juga punya selera berbeda, walau sebenarnya sih, tidak begitu menarik baik itu : Oculus, Hush, Apalagi Before I Wake, yang membosankan.

Namun film Hush, masih cukup terkontrol alur thrillernya.

Nah, dalam trailer Ouija: Origin of Evil, Flanagan seperti telah mengerahkan sekuat tenaga agar karya horornya betul-betul punya kekuatan ‘taste’.

Flanagan seperti tak ingin film yang bersetting tahun 1965 ini, mundur dalam kualitas penggarapan, yang tentunya akan mempengaruhi kantong box office.

Trailer Ouija: Origin of Evil memang tersaji (ingin) menakutkan dan mencekam.

Dengan balutan efek CGI (Computer Generated Imagery), Mike sudah unggul menajikan trailer film horor yang cukup mencekam.

Hanya saja, seberapa baik kekuatan cerita yang dialirkan, hingga tak perlu terjadi pemaksaan untuk selalu mengesampingkan logika.

Anda juga perlu menyimak dengan teliti, dengan bola mata sebelah mana gadis remaja dalam Ouija (2014) dan gadis cilik dalam Ouija: Origin of Evil, saat melihat ‘penampakan’ lewat cermin cembung papan Ouija??? Silakan teliti sendiri yah… (Q2)

Share:

Leave a reply