Mempopulerkan destinasi wisata Banyumas lewat Satria

257
0
Share:

GuritaNews – Pembuatan film dengan kekuatan budaya Iokal sepertinya tengah marak dilakukan beberapa pemerintah daerah.

Apalagi kesuksesan film Laskar Pelangi, yang membawa dampak positif terhadap kemajuan ekonomi Bangka Belitung lewat promosi destinasi wisatanya.

Belum lagi kesuksesan film asal Makasar ‘Uang Panai’ yang mencapai angka 500 ribu penonton.

Ralia Pictures dan Gula Kelapa Pictures dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Kwarcab Banyumas , ingin melakukan hal yang sama dengan memproduksi sebuah film bermuatan budaya lokal.

”Banyumas dan sekitamya memiliki kekuatan budaya dan kuliner yang tidak dimiliki daerah lain. Belum lagi tokoh-tokoh nasional banyak lahir dari Banyumas, Jend. Gatot Subroto, Jend. Soedirman, Prof. Soemitro Djoyohadikusumo. ” Ujar Syamsul Masdjo Arifin produser Ralia Pictures saat menggelar Media Gathering di Jakarta, Selasa (26/9).

Sementara Esti Naomi selaku produser rumah produksi Ralia Pictures menambahkan, soal kuliner, Banyumas juga tidak kalah dengan daerah lain, seperti tempe Mendoan, Getuk Goreng, Sate Bebek, Cetil, Tiwul.

“Siapa yang nggak kenal tempe mendoan, getuk goreng Sokaraja?” Ujar Esti Naomi.

Semangat masyarakat Banyumas dalam menggapai impian menjadi orang sukses perlu dijadikan suri tauladan bagi generasi milenial.

“Jenderal Soedirman. Jend. Gatot Subroto contoh nyata, dari rakyat jelata dengan pendidikan rendah tapi bisa menjadi Jenderal dan tokoh nasional. Tanpa perjuangan dan tekad besar mustahil hal itu bisa dicapai. Semangat inilah yang ingin kami tularkan lewat film Satria,“ jelas Jaka T Alfianda Eksekutif produser Gula Kelapa Pictures.

Sebagai daerah yang juga memilikl destinasl wisata, Pemerintah Kabupaten Banyumas memandang perlu adanya film yang bisa menjadi sarana promosi tentang sosial budaya dan wisata.

“Kami berharap film Satria mampu menjadi sarana promosi sosial budaya dan wisata kabupaten Banyumas. Sehingga kelak kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara terus meningkat. Seiring penayangan film Satria.” Ujar H. Ahmad Husein Bupati Banyumas, yang juga hadir.

Rianty Cartwright (foto : Kicky herlambang)

Rianty Cartwright (foto : Kicky herlambang)

Husein menambahkan, jika dirinya sangat mendukung gagasan putra daerah yang berada dl perantauan yang akan memproduksi film layar lebar berjudul Satria.

Film Satria yang akan memulai pengambilan gambar pada bulan November 2017 ini merupakan inisiatif dari kawula muda yang ingin mengangkat kehidupan masyarakat Banyumas, baik dari sisi ekonomi, sosial maupun budayanya.

“Karena gagasan flm ini bagus, maka saya dukung,” tukasnya.

Jito Banyu, yang didapuk menjadi sutradara berjanji akan menggarap film Satria secara maksimal.

‘Sebagal putra daerah tentu saya akan menghadirkan film yang membawa misi budaya Banyumas dan edukasi buat penontonnya,“ ujar sutradara yang sukses menggarap Film Angeline dan Psikopat.

Film Satria didukung artis beken Pangky Suwito, Jajang C Noer, Pong Harjatmo, Rianty Catwright, Yama Carlos, Elvira Devinamira, Melayu Nicole, juga pendatang segar Nada Kotto. (Q2)

Share:

Leave a reply