Membungkus film action ala TRIANGLE ; The Dark Side

417
0
Share:

GuritaNews – Untuk ‘kasta’ pendatang baru film ini cukup lumayan (lah..) untuk dinikmati.

Dengan segala keterbatasannya TRIANGLE ; The Dark Side, telah berupaya maksimal menjadi hiburan film menarik.

Saya (penulis) punya catatan tersendiri tentang film yang di bintangi Deddy Corbuzier , Chika Jessica dan Volland.

Film TRIANGLE ; The Dark Side, memang sesuai judulnya, banyak menampilkan tokoh-tokoh gelap di dunia kelam kejahatan.

Para tokoh pelakon kriminal ini memiliki alasan berbeda untuk membunuh para musuhnya (saya tidak akan men-spoiler alasan-alasannya, anda harus nonton filmnya)

Lalu para pemainnya memerankan diri sendiri sesuai nama (asli)depan si pemain, seperti Deddy Corbuzier memerankan tokoh Deddy, lalu Chika Jessica sebagai Chika, ada Roy Marten (yang tampil untuk cameo saja) sebagai Roy, begitupun petinju Chris Jones sebagai Chris begitupun lainnya.

Deddy yang bertindak sebagai produser mencoba membuat film ini berimbang dengan warna action dar-der-dor, laga seni beladiri, komedi, drama, keseluruhan coba ditindak lanjuti selaras.

baca juga disini : Nah.. ini nih, komentar ‘unik’ para penonton TRIANGLE : The Dark Side

Meski hanya dengan mengandalkan satu kamera saat pembuatannya, toh hasil filmnya cukup menarik, sebagai pendatang baru TRIANGLE ; The Dark Side cukup berani menampilkan angle-angle sulit untuk adegan laga martial-arts nya.

Catatan terakhir tidak satupun para pemerannya menggunakan stunt in, semua adegan laga keras dilakukan sendiri, tanpa kecuali!

Genre TRIANGLE ; The Dark Side, memang hanya sebuah film yang berupaya menghibur, namun paling tidak film ini lahir dari formula pemikiran kompromi mereka (semua yang terlibat) demi memberikan sesuatu yang berbeda bagi masyarakat dan industri film nasional.

Tidak mesti baku hantam dengan darah berceceran, TRIANGLE ; The Dark Side, lebih memberi pemahaman bahwa pertarungan laga beladiri dalam film tidak harus banjir darah.

Film ini telah membungkus diri dengan seleranya yang berbeda dengan kebanyakan film aksi-laga Indonesia.

Ups!! sebelum terlupa, khusus bagi anda yang menggemari kejutan akhir cerita, film ini mencoba menyenggol aliran ‘twisted ending!’

Saksikan filmnya mulai 18 Agustus di seluruh bisokop! (Q2)

Share:

Leave a reply