Memahami Obesitas dalam dokumenter Indonesia XXL

241
0
Share:

GuritaNews – PrimaFit Academy bekerjasama dengan Warna Pictures Production, meluncurkan proyek bersama yang diharapkan dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap salah satu penyakit yang berpotensi, yaitu obesitas.

 

Proyek ini dituangkan lewat film dokumenter berdurasi 60 menit berjudul ‘Indonesia XXL’.

Founder PrimaFit Group , Brian J. Billdt, menjelaskan film ‘Indonesia XXL’ merupakan bentuk inisiatif bersama dalam merespon peningkatan kasus obesitas.

“Seiring dengan pertumbuhan ekonomi, meningkatnya kemampuan belanja dan perkembangan teknologi yang begitu pesat di Indonesia, masyarakat justru mengikuti gaya hidup yang kurang sehat dan kurang banyak bergerak. Untuk itu, PrimaFit Academy melalui program-programnya, termasuk film ini, berkomitmen untuk meng-edukasi dan mendukung masyarakat dalam membangun kembali budaya hidup sehat.” jelasnya

Film dokumenter ‘Indonesia XXL’ mengangkat cerita mengenai perjuangan 2 penderita obesitas, Neneng dan Ronny Dozer, untuk menjawab tantangan hidup yang lebih sehat dan lebih berkualitas melalui program kebugaran yang dilakukan selama 3 bulan, didukung dokter, ahli nutrisi dan ahli kebugaran yang kompeten.

Sejalan dengan misi edukasi film ini dan untuk menjangkau lebih banyak orang, film “Indonesia XXL” dapat diakses secara terbuka melalui Facebook Indonesia XXL dan YouTube (https://www.youtube.com/channel/UC- jga6IWpJ6ytekXpFyI5Zg/videos) mulai tanggal 30 Agustus 2016, yang terbagi menjadi 4 (empat) episode berdurasi masing-masing 15 (lima belas) menit.

Sutrdara Jastis Arimba, yang menggarap ‘Indonesia XXL’ mengklaim “Indonesia XXL” merupakan film dokumenter pertama di Indonesia yang mengangkat isu obesitas.

“Film ini memperlihatkan contoh kasus nyata dimana dengan dukungan yang tepat, obesitas dapat diatasi. Kami berharap, melalui film ini, para penderita obesitas di Indonesia terinspirasi dan terdorong untuk mencari dukungan yang tepat sehingga mereka dapat mewujudkan hidup yang lebih sehat”, ujar Jastis.

Obesitas kini menjadi masalah kesehatan publik berskala global dimana lebih dari 2,1 miliar penduduk dunia atau hampir 30 persen dari populasi global mengalami kelebihan berat badan. Jumlah ini hampir dua setengah kali jumlah orang dewasa dan anak-anak yang kekurangan gizi. Obesitas lebih jauh juga meningkatkan risiko penyakit diabetes, jantung, stroke dan kanker. Pada 2010, kelebihan berat badan dan obesitas telah menyebabkan 3,4 juta orang meninggal (Jurnal The Lancet, 2015).

Epidemi penyakit obesitas tidak lagi didominasi oleh negara maju saja. Laporan justru menunjukkan negara berkembang memiliki kecenderungan beban ganda malnutrisi. Artinya, di samping masalah gizi buruk yang berkaitan dengan kekurangan gizi, negara-negara berkembang termasuk di Asia Tenggara juga mengalami masalah gizi buruk akibat kelebihan gizi.

Jurnal The Lancet (2015) menjelaskan pertumbuhan obesitas di negara maju telah dimulai sejak 1980 dan memuncak di tahun 1992 sampai dengan 2002 sebelum melambat di sekitar tahun 2006.

Sementara di Indonesia sendiri, lebih dari 40 juta orang dewasa menderita obesitas.

Menurut data Riskesdas 2013, wilayah-wilayah besar seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Bali dan Papua, bahkan memiliki angka obesitas yang lebih tinggi dibanding angka nasional. (Q2)

Share:

Leave a reply