Melongok ketakjuban Parahyangan Agung Jagatkarta sebagai lokasi Syuting

171
0
Share:

GuritaNews – Mencari lokasi syuting bernuansa Pulau Bali dibalut kemegahan pura dan eksotikan alam nan sejuk dan hijau, tidaklah perlu jauh terbang ke tempat destinasi yang paling populer dan terfavorit di Indonesia itu.

 

Anda cukup menyambangi wilayah Kecamatan Tamansari, Ciapus, Bogor.

Dari kota Bogor anda menuju ke arah Ciomas, jaraknya sekitar 50 kilometer, di situlah bumi Parahyangan Agung Jagatkarta nan megah terbentang luas bersampul latar belakang panorama Gunung Salak.

Parahyangan Agung Jagatkarta ini adalah tempat ibadah umat Hindu yang umumnya disebut pura.

Namun menurut pemangku ibadah setempat, tempat tersebut lebih familiar dengan sebutan Parahyangan ketimbang pura.

Kenapa? dari segi etimologi Parahyangan oleh orang Sumda dimaknakan sebagai tempat para hyang, yakni roh leluhur atau wadah dewa bersemayam.

Dan dari tempat para hyang bersemayam ini, maka diyakini hyang ada di tempat yang tinggi seperti di wilayah pegunungan.

Dengan kekuatan persona keelokan alamnya, layak tempat ini di jadikan sebagai lokasi syuting, bagi para rumah produksi.

Tentu bagi para bos rumah produksi akan sangat menghemat biaya ketimbang melakukan syuting di Pulau Dewata.

Konon Parahyangan adalah singgasana kemegahan di era kejayaan Kerajaan Pajajaran yang pernah berdiri, sekaligus merupakan tempat Prabu Siliwangi moksa serta bersemayam.

Siapa saja boleh bertandang ke tempat yang dibangun tahun 1995 dan diresmikan tahun 2005.

Nuansa keheningan menjadi pelengkap cita rasa teduh dan damai.

Mulanya saya (penulis) tidak percaya omongan seorang kerabat yang mengatakan bahwa di wilayah Bogor terdapat sepenggal Pulau Bali.

Rasa penasaran di benak sayapun mulai memacu naluri untuk melakukan pencarian tempat yang memliki keindahan bak di Pulau Dewata itu.

Usai melakukan informasi kesana kemari, akhirnya saya benar-benar yakin, jika ternyata memang ada sepotong Pulau Bali di Kecamatan Tamansari, Ciapus .

Perjalanan ke Parahyangan yang cuma bermodal petunjuk jalan dan bertanya pada masyarakat setempat, akhirnya mengantarkan saya ke miniatur alam Dewata itu.

Sesampai di sana mencuatlah ketakjuban saya , benarkah kini saya sedang berada di Pulau Bali?

Dua bola mata saya tak ingin henti menikmati ketakjuban bangunan berbentuk pura yang megah dan tegar berdiri itu!

Tidak diingkari proses pembangunan Parahyangan ini telah melibatkan mereka yang berasal dari Bali.

Begitu pula material bahan bangunannya dibawa langsung dari Gunung Agung, Bali.

Parahyangan memiliki luar sekitar tiga hektar yang terbagi menjadi tiga area utama, yaitu Nista Mandala, Madya Mandala dan Utama Mandala.

Nista Mandala digambarkan seperti nafsu manusia.

Pada area ini orang-orang masih diperbolehkan mengobrol.

Sementara di area Madya Mandala siapapun yang masuk diharuskan untuk siap meninggalkan hal-hal yang bersifat duniawi dan nafsu.

Area ini suasananya mulai hening dan tidak diperkenankan masuk selain dengan kaki telanjang tanpa alas kaki dibalut kain yang menutupi kaki, serta dilarang bagi pengunjung kaum hawa yang sedang masa menstruasi.

Sedangkan area Utama Mandala, sebuah area ritual yang terdalam , merupakan tempat para umat berdoa dan bermeditasi.

Jika anda mengunjungi area Utama Mandala, maka anda mengawalinya dari pintu masuk, lalu keluar diakhiri melalui pintu keluar searah jarum jam.

Semua hal itu memiliki makna, adalah menggambarkan kehidupan manusia yang diawali dari lahir lalu berakhir dengan mati.

Siapa saja boleh datang ke Parahyangan, tidak tertutup bagi pengunjung penganut agama non Hindu.

Parahyangan terbuka untuk umum, baik yang sekadar menikmati panoramanya atau yang hendak bersemadi.

Sebagai layaknya tempat ibadah , anda yang mengunjungi sangat tidak perkenankan membuat kegaduhan, tidak berlaku buruk, harus berpakaian sopan serta menjaga kebersihan.

Untuk kegiatan syuting ? Diajmin , destinasi ini akan memberi nilai lebih untuk gambar.

Para film-maker akan sangat dimanjakan dengan pesona hijaunya, pastinya berpuas-puas hatilah mem-frame eksotika Parahyangan.

Namun wajib terlebih dahulu mendapatkan izin khusus dari pengelola, selain mengikuti tata tertib yang berlaku.

Sebagai destinasi wisata , Parahyangan patut dikunjungi, mungkin sesekali (jika anda ingin) ditempat inilah anda boleh bercermin diri, sebagai ruang refleksi spiritual kehidupan anda.

Ditulis oleh Syamsudin Noer Moenadi, pekerja film dan jurnalis yang suka jalan-jalan

Share:

Leave a reply