Malia Bouattia, wanita muslim pertama yang ‘diprotes’ jadi presiden Mahasiswa se-Inggris

357
0
Share:
Malia Bouattia

GuritaNews – Malia Bouattia, perempuan muslim berkulit hitam pertama yang terpilih menjadi presiden National Union of Students (NUS) atau Serikat Mahasiswa Nasional Inggris yang baru, harus berhadapan ancaman pemungutan suara pemisahan diri dari NUS, yang digerakkan oleh kalangan mahasiswa dari berbagai universitas, termasuk Oxford dan Cambridge.

 

 

Bouattia juga dituduh telah melontarkan berbagai pernyataan anti-Semit – termasuk menyebut Universitas Birmingham “semacam garda Zionis”.

Bouattia menegaskan itu adalah pernyataan politik bukan terkait agama.

Delegasi NUS dari University of Oxford, Harry Samuels,mengatakan kepada BBC Newsnight, penunjukan Bouattia tidaklah demokratis, karena ia tidak terpilih di bawah sistem ‘satu anggota, satu suara.’

“Ini bukan hanya khusus tentang Malia,” tegasnya.

“Jelas pemilihan ini menunjukkan fakta bahwa NUS sudah tak lagi mewakili semua mahasiswa. Lebih dari itu ada sejumlah masalah yang membuat kami prihatin bahwa seakan tak ada lagi pembaharuan yang bisa dilakukan di organisasi ini.”

“Inilah berbagai alasan, mengapa kita berkampanye untuk meninggalkan NUS.”

Kampanye Malia Bouattia untuk menjadi presiden NU mencakup “Mengapa Kurikulum saya kulit putih?” Dia juga menentang strategi kontra-ekstremisme pemerintah.

 

Di sisi lain, Malia Bouattia juga dituduh karena tidak mendukung gerakan mengutuk ISIS -kelompok yang mengaku sebagai Negara Islam. (Q2/BBC)

Share:

Leave a reply