Makna simbol dan warna dalam logo anyar Triardhika Production

304
0
Share:

guritanews – Triardhika Production, sebuah wadah showbiz yang berbasis kepada seni dan budaya, meluncurkan logo baru, yang dikombinasikan dengan paduan warna biru dan merah.

Wadah yang malang melintang dalam karya seni pertunjukan ; pagelaran, audio visual, hiburan dan promosi ini, memaknai logo anyarnya, sebagai komitmen dan ajakan moral.

Burung merak dengan paduan dua warna biru ; laut dan langit, yang lebih menyiratkan kesejukan, menenangkan serta harmoni dan damai.

Dua warna biru ini seperti hendak memaparkan pesan bahwa biru laut dan langit adalah kekuatan dengan penuh human spirit, serta menjadikan biru sebagai simbol prestis, kualitas, serta rasa percaya diri.

Eny Sulistyowati S.Pd , MM (foto : Q2/HER guritanews.com)

Eny Sulistyowati S.Pd , MM ‘melestarikan berbagai bentuk seni tradisi Indonesia dalam menghadapi penetrasi budaya multiversal…’ (foto : Q2HER/guritanews.com)

Jambul berwarna merah di kepala Merak, tak lain sebagai penopang spirit tadi, setiap kehendak dan niat tentu harus diimbangi ikhtiar yang gencar, produktifitas para manusia yang ada di dalam Triardhika Production, wajib membentangkan langkah dan angannya sejuah impian.

“Logo baru sebagai penegasan integritas kami yang bekerja dengan spirit dan mutu, sebagai para pekerja profesional. Bekerja tanpa pamrih, tapi terus tanpa lelah mengayun langkah dengan kekuatan penuh,” jelas bos Triardhika production, Eny Sulistyowati S.Pd , MM, kepada guritanews.com, di Jakarta (24/4) seusai peluncuran logo baru serta syukuran jelang pementasan Wayang Orang Sriwedari dengan lakon Mintaraga, yang digelar 25 April (malam), di Gedung Pewayangan Kautaman TMII, Jakarta Timur.

Eny juga menegaskan, filosofi yang tersirat dalam logo burung merak biru berjambul merah itu, juga merupakan komitmen moralnya melestarikan berbagai bentuk seni tradisi Indonesia dalam menghadapi penetrasi budaya multiversal.

Eny foto bersama seluruh pekerja yang terlibat dalam pementasan Wayang Orang Sriwedari dan wartawan peliput (Q2HER/guritanews.com)

“Tak semata pelestarian, tapi kami juga selalu terbuka terhadap seni budaya bangsa lain. Namun tetap membangun kebersamaan untuk merakit kekuatan sebagai modal dalam mengahadapi penetrasi budaya yang multiversal saat ini,” pungkasnya.

Lewat Triardhika Production, Eny telah menyampaikan misinya, yang sangat sederhana dan patut di catat dalam perhatian kita semua.

Mengayun angan nan elok seraya mengayuh langkah penuh semangat, demi sebuah dedikasi ; melestarikan warisan budaya dan mengingatkan tanpa lelah kepada generasi, bahwa seni tradisional Indonesia adalah etalase kultur¬†‘jempolan’ dimata dunia.

Meski terkadang kita ‘sering’ malu mengakuinya… (Q2)

Share:

Leave a reply