Layanan taksi UBER yang terus dirundung masalah !

307
0
Share:
layanan taksi uber yang terus dirundung masalah (guritanews.com)

GuritaNews – Layanan taksi ‘UBER’ berbasis aplikasi terus menerus dirundung masalah, terkait pengoperasian dan pelayanan.

Baru-baru ini, pengadilan Prancis, menjatuhkan sangsi denda karena telah mem-perkerjakan sopir yang tidak profesional.

Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut harus membayar 800.000 euro (setara Rp 12 miliar), setengah di antaranya merupakan denda percobaan.

Mahkamah Pidana Paris juga telah menjatuhkan denda dalam jumlah lebih kecil kepada dua pimpinan eksekutif UBER di Eropa dan Prancis.

Kasus ini bersentra pada layanan berbagi UBER POP, yang menghubungkan pengguna jasa dengan sopir-sopir tidak profesional, yang menggunakan mobil mereka.

Sementara tim penasihat hukum UBER sudah menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan ini.

Perusahaan ini juga menghadapi tuduhan, telah menerbitkan iklan yang -dengan keliru- menghadirkan layanannya sebagai perangkat layanan yang legal.

Perusahaan yang berkantor pusat di San Fransisco ini, telah menjadi salah satu perusahaan termahal dunia dengan nilainya diperkirakan mencapai US$50 miliar.

Perluasan layanannya menyebar ke lebih dari 50 negara, meski di beberapa negara menghadapi protes dari layanan taksi reguler, seperti di Indonesia, sementara beberapa negara melarang UBER beroperasi. (Q2)

Layanan taksi ‘UBER’ berbasis aplikasi terus menerus dirundung masalah, terkait pengoperasian dan pelayanan.

Baru-baru ini, pengadilan Prancis, menjatuhkan sangsi denda karena telah mem-perkerjakan sopir yang tidak profesional.

Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut harus membayar 800.000 euro (setara Rp 12 miliar), setengah di antaranya merupakan denda percobaan.

Mahkamah Pidana Paris juga telah menjatuhkan denda dalam jumlah lebih kecil kepada dua pimpinan eksekutif UBER di Eropa dan Prancis.

Kasus ini bersentra pada layanan berbagi UBER POP, yang menghubungkan pengguna jasa dengan sopir-sopir tidak profesional, yang menggunakan mobil mereka.

Sementara tim penasihat hukum UBER sudah menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan ini.

Perusahaan ini juga menghadapi tuduhan, telah menerbitkan iklan yang -dengan keliru- menghadirkan layanannya sebagai perangkat layanan yang legal.

Perusahaan yang berkantor pusat di San Fransisco ini, telah menjadi salah satu perusahaan termahal dunia dengan nilainya diperkirakan mencapai US$50 miliar.

Perluasan layanannya menyebar ke lebih dari 50 negara, meski di beberapa negara menghadapi protes dari layanan taksi reguler, seperti di Indonesia, sementara beberapa negara melarang UBER beroperasi. (Q2)

Share:

Leave a reply