Lawatan delegasi APA ke Pondok Pesantren Tebuireng

195
0
Share:

GuritaNews – Pada penutupan agenda sidangnya yang ke-7, delegasi The 7th Meeting of Asean Puppetry Association (APA), Its 10th Anniversary and Asean Puppetry Festival, melakukan lawatan budaya ke Pondok Pesantren Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang Jawa Timur, Senin (5/12) kemarin.

Dalam sejarahnya, para pemuka agama Islam (Wali) berperan besar dalam pengembangan pewayangan di Indonesia.

Para Wali melakukan syiar Islam melalui berbagai bentuk akulturasi budaya, diantaranya dengan seni Wayang.

Termasuk penciptaan berbagai tembang keislaman berbahasa Jawa, dan gamelan, dengan lakon islami.

Sejarah perkembangan seni wayang memang memiliki kaitan erat dengan dunia pendidikan agama Islam di Indonesia.

Hal ini jualah yang mendasari pentingnya para delegasi Asosiasi Wayang ASEAN (AWA) atau ASEAN Puppetry Association (APA) menyambangi salah satu pondok pesanteren terbesar dan tertua di Indonesia ini, yang didirikan oleh Kyai Haji Hasyim Asy’ari pada tahun 1899.

“Wayang salah satu media yang digunakan Wali Songo untuk menyebarkan nilai-nilai Islam di Nusantara. Wali Songo berhasil mengenalkan Islam kepada masyarakat dengan pendekatan budaya, baik secara psikologi, paedagogi, sejarah, hingga politik,” ujar Ketua Media Center, The 7th Meeting of Asean Puppetry Association (APA) Its 10th Anniversary and Asean Puppetry Festival, Eny Sulistyowati SPd, SE, kepada wartawan, usai menyaksikan penampilan ASEAN Puppet Joint Performance, di Pondok Pesantren Tebuireng.

Dengan memahami sejarah, lanjut Eny Sulistyowati, banyak pelajaran yang bisa dipetik dalam konteks masa kini.

Kiprah para Wali Songo misalnya, kata Eny, bisa menjadi pelajaran berharga bagi bangsa mengenai sikap bijaksana dalam menyikapi perbedaan.

“Pola penetrasi budaya yang dilakukan para Wali sama sekali tidak menempuh jalur kekerasan. Mereka sangat memahami pluralitas yang ada di Indonesia. Para Wali secara bijak larut dan turut berpartisipasi dalam menentukan alur sejarah bangsa. Mereka juga terlibat dalam peran-peran pembaharuan dan pencerdasan masyarakat. Budi pekerti (akhlak) mereka mampu mengambil simpati masyarakat,” ujar Eny.

Sementara Sekretaris Umum Pondok Pesantren Tebuireng, Ir. H. Abdul Gofar, dalam sambutannya menyampaikan, suatu kehormatan pondok pesantren dilibatkan dalam perhelatan ASEAN Pupperty Festival 2016.

“Wayang memiliki kaitan erat dengan sejarah perjalanan syiar Islam yang dikembangkan Sunan Kalijaga dan Wali lainnya, khususnya di Jawa,” ujar Abdul Gofar.

“Cerita wayang dengan kearifan lokalnya. Harapan kita pondok bisa ikut mengembangkan dakwah Islam dengan cara yang tidak menimbulkan konflik, seperti yang dilakukan para Wali. Salah satunya lewat wayang,” tambahnya.

Dalam menyambut kunjungan delegasi Sidang Ke-7 ASEAN Puppetry Association (APA) ini, para santri Pondok Pesantren Tebuireng menyambut tamunya dengan seni pertunjukan musik.
Selain disambut oleh seni pertunjukan musik, para tetamu pesantren ini juga dihibur penampilan sendra tari ‘ASEAN Puppet Joint Performance’ dengan cerita ‘Ramayana’ oleh para santri.

Delegasi juga melakukan ziarah ke makam pahlawan Nasional, KH. M. Hasyim Asy’ari dan K.H. Wahid Hasyim, serta ke makam Presiden Ke-4 Republik Indonesia, Dr.(H.C.) K. H. Abdurrahman Wahid.

Hadir dalam kesempatan tersebut, unsur Muspida Kabupaten Jombang, sivitas akademik pondok, para guru dan santri, Ketua Umum Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENAWANGI) Drs H. Solichin, Presidium Chairman of ASEAN Puppetry Association (APA), Mr. Danny Liwanag (Philippines), Sekjen ASEAN Puppetry Association (APA), Suparmin Sunjoyo (delegasi Indonesia).

Serta, Mr. Prof. Dr. Ghulam (delegasi Malaysia), Mr. DR. Chua Soo Pong (delegasi Singapore), Mr. Haji Abdul Hakim Mohd. Yassin, dan Mrs. Haji Abdul Hakim (delegasi Brunei Darussalam), Mrs. Phannaly Thephavongsa (delegasi Laos), Mr. Khin Maung Htwe (delegasi Myanmar), Mr. Nang Yanna (delegasi Kamboja), Mr. Somrat Thongtae (delegasi Thailand), dan Mrs. Nguyen Thi Thu Thuy (delegasi Vietnam).

Malam sebelumnya, Minggu (4/12/), delegasi APA tampil di panggung ASEAN Puppetry Festival 2016, di Gedung Astoria Mojokerto.

Nguyen Hong Phong, dan Nguyen Ngoc Triu, delegasi Vietnam menampilkan Wayang Air, disusul penampilan delegasi Philipina Mr. Danny Liwanag, Donarose Marzan, and Kiarra Poblacion, delegasi asal Brunei Darussalam, PG Kamarudin PG HJ Othman

Share:

Leave a reply