Kuasa hukum Ody “Syamsul Fuad cukup minta maaf”, Beno bilang ada biang kerok!

142
0
Share:
Beno Rahmat (guritanews.com)

GuritaNews – Produser Max Pictures, Ody Mulya Hidayat, memang serius ingin menyelesaikan persoalan saling tuntut ganti rugi, yang awalnya di layangkan pihak Syamsul Fuad, sebagai penulis naskah Benyamin Biang Kerok (1972) kepada Ody.

Dalam acara ramah tamah bersama wartawan pada Kamis (19/4) petang di Jakarta, Ody didampingi kuasa hukumnya Bagiono Prabowo, SH serta Beno Rahmat, perwakilan keluarga mediang Benyamin Sueb, menyampaikan banyak hal tentang kisruh tersebut.

Pertemuan dengan para wartawan ini di gelar untuk menyampaikan yang sebenarnya, baik persoalan tuntutan kedua pihak (pada akhirnya) atau asal muasal kisruh ini mencuat ke publik.

Bagiono Prabowo, SH dan Ody Mulya Hidayat (foto by kicky herlambang/guritanews.com)

Bagiono Prabowo, SH dan Ody Mulya Hidayat (foto by kicky herlambang/guritanews.com)

Bagiono mengatakan bahwa kliennya (Ody Mulya Hidayat) sudah berbagai cara melakukan itikad baiknya guna menyelesaikan persoalan ini kepada Syamsul Fuad.

“Tetap saja masih buntu. Pak Syamsul masih belum bisa legowo untuk mengakui bahwa pak Ody adalah pemegang copy rightnya. Jadi pak syamsul tak punya hak sama sekali dalam hal ini,” jelas Bagiono.

“Namun, karena klien saya berniat baik maka dilakukanlah berbagai upaya untuk meredam kisruh ini dengan menyanggupi berbagai keinginan pak Syamsul, dari mulai minta tiket nonton, pencantuman nama beliau di opening film, bahkan pak Ody sendiri juga hendak memberikan sejumlah uang sebagai tanda penghormatan saja lah kepada beliau,”

“Yang terjadi? malah pak Syamsul berubah sikap dengan menolaknya dan mengatakan kepada klien saya agar berurusan saja dengan pengacaranya,” lanjutnya

Baca juga : Gugat Syamsul Fuad 50 miliar, Ody yakin ada ‘dalang’ yang bermain

“Saya ingin meluruskan dan menegaskan saja kepada rekan-rekan wartawan disini, bahwa saya sama sekali gak ngerti apa yang diinginkan pak Syamsul, sampai mengajukan gugatan 10 miliar dan sebagainya, seperti yang anda baca di media. Termasuk meminta hak 1000 rupiah dari setiap penjualan tiket. Kok jadi jauh banget pak Syamsul melebarkan persoalan ini?,” timpal Ody.

“Ketika kita restorasi/akuisisi film pasti ada faktor hukum, dan saat ada gugatan datang kepada pak Ody, yah saya langsung bertanya apakah benar akusisi film Benyamin Biang Kerok legal standingnya? dan pak Ody meyakinkan saya bahwa proses tersebut sudah terjadi sejak 2010.” tambah Bagiono

Lalu bagaimana dnegan gugatan balik anda kepada Syamsul Fuad sebesar 50 miliar?

“Gak usah lihat nilainya lah, pokoknya beliau cukup minta maaf kepada klien saya dan bayar 1000 rupiah, itu saja,” papar Bagiono

“Mau damai yah ayo saja, tapi jika masih tetap ingin lanjut yang silakan,”

Sementara Beno Rahmat berkomentar cukup tegas terkait kegaduhan Benyamin Biang Kerok ini.

Beno Rahmat dan Ody Mulya Hidayat ( foto : M.Ihsan/guritanews.com)

Beno Rahmat dan Ody Mulya Hidayat ( foto : M.Ihsan/guritanews.com)

“Om Syamsul sudahlah, apalagi sih yang di cari? biang kerok itu apa sih? kan public domain bukan punya anda. Sudahlah om Syamsul, kan masih bisa kita musyawarahkan terkadang berbicara itu juga ada khilafnya,” tegas Beno

Beno juga mengatakan bahwa pihak Max Pictures dan Falcon datang kepadanya untuk menyampaikan bahwa mereka sudah membeli copyright nya.

“Mereka datang ke saya Ody dan Falcon menyampaikan bahwa rights itu sudah mereka beli. Yah silakan, saya juga faham betul bahwa ‘babe’ saya hanya sebagai pemain bukan pemilik film dan detailnya,” lanjutnya.

“Dan saat mereka menyampaikan keinginannnya untuk membuat filmnya dengan menggunakan karakter babe, yah mereka ijin ke saya, apalagi menggunakan nama babe, yah harus bicara dengan saya dan keluarga,”

” bukan saya bela Ody atau Falcon, mereka sudah tepat ! gak ada yang dilanggar! ”

Menurut anda apakah ada pihak yang mendalangi kisruh ini?

“pasti ada yang gososk-gosok, ada biang keroknya! baiknya om Fuad terima sajalah, kalau memang rejekinya segitu,” pungkas Beno. (Q2)

Share:

Leave a reply