Kisruh operator, Apnatel dan Industri kritik Alexander Rusli

367
0
Share:

GuritaNews – Seruan Indosat Ooredoo untuk mengajak operator lain seperti XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia, dan Smart Telecom, untuk bersama melawan dominasi Telkomsel, ikut mendapat kritik tajam dari Asosiasi Pengusaha Nasional Telekomunikasi (Apnatel).

 

Triana Mulyatsa, Ketua Umum Apnatel , menilai ajakan Alexander Rusli, President Director & CEO Indosat Ooredoo sekaligus Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), merupakan sikap yang tidak etis.

“Kok bisa-bisanya dia (Alex) ngomong begitu. Dia seperti lempar kulit pisang ke regulator. Dengan posisinya dia sebagai CEO perusahaan besar seperti Indosat dan sebagai Ketua ATSI, tidak sepatutnya dia memprovokasi operator lain untuk mengeroyok Telkomsel,” sesal Triana, dihubungi guritanews.com via messenger, Kamis (23/6/2016).

Menurut Triana, jika Indosat merasa kalah bersaing dan tidak mampu lagi menghadapi kompetisi di luar Pulau Jawa sesuai lisensi nasional yang dimilikinya, lebih mundur! jangan melakukan provokasi untuk menekan operator lain yang menurutnya tumbuh sangat baik.

“Kita melihat dan merasakan, bahwa Telkomsel secara konsisten sejak berdiri sudah melakukan investasi besar-besaran untuk menambah coverage, peningkatan kualitas, memperbanyak kemudahan kepada pelanggannya dengan selalu update teknologi, sehingga kinerja keuangannya tumbuh pesat seperti saat ini,” katanya.

Triana juga mengingatkan, pertumbuhan yang dijalankan Telkomsel disetorkan kepada negara melalui induknya yaitu Telkom sebagai BUMN yang saat ini sebagian besar sahamnya masih dimiliki pemerintah.

Dalam catatan, Telkomsel setiap tahunnya menyumbang pajak ke negara lebih dari Rp 20 triliun.

“Sedangkan Indosat siapa pemegang saham mayoritasnya? Jika Telkomsel disetop supaya Indosat menjadi besar rakyat negara mana yang akan menikmati? Mari kita melihat semua ini dengan jernih dan fokus saja melayani pelanggan serta mengabdi bagi negeri. Bulan Ramadan ini bulan baik, kenapa malah jadi ribut,” sarannya.

Pernyataan untuk ikut memerangi dominasi Telkomsel diserukan oleh Alexander Rusli dalam pertemuan terbatas dengan sejumlah media.

Seruan itu disampaikan secara ‘on the record’ kepada para CEO operator lainnya.

“Saya minta kepada bos operator lainnya untuk ikut bersuara, jangan cuma berani ngomporin di belakang saja. Jangan takut untuk bicara, ini demi kepentingan bersama. Ayo kita fight habis-habisan untuk kepentingan pelanggan,” ujarnya.

Alex mengungkapkan posisi Telkomsel sudah terlalu besar di luar Jawa yakni menguasai revenue share hingga 80%. Jika aturan tak diubah dalam tiga tahun bisa naik 90%.

“Nanti kalau sudah 100% tak bisa disetop, kasihan masyarakat di wilayah non Jawa yang tak menikmati tarif komunikasi layaknya di Jawa. Kami sudah buat laporan secara resmi ke regulator soal praktik tak sehat di luar Jawa, harapannya yang lain melakukan langkah serupa,” katanya. (Q2/DIT)

Share:

Leave a reply