Kisruh Anton Pratama vs PT. Sky Asia Media terkait pelanggaran hak siar

706
0
Share:

GuritaNews – Bos Pratama Film , Anton Pratama dibuat gerah oleh mitranya sendiri , terkait penyalah gunaan komitmen kerjasama di bidang usaha distribusi/penayangan hak siar film.

 

Berawal saat dirinya melakukan kontrak kerjasama pembelian program-progarm film sebanyak 20 judul dari berbagai produser, yang dilakukan perusahaan miliknya PT Kezia Pratama Film dengan PT. SKY ASIA MEDIA INC. yang diwakilkan oleh Philip Wang, pada bulan Oktoberr tahun 2011.

Dalam perjanjian, menurut Anton, Pihak PT. SKY ASIA MEDIA INC. , hanya berhak menayangkan film-film yang dibeli dari PT. Kezia Pratama Film, hanya untuk di tayangkan PAY TV dengan wilayah penayangan untuk Indonesia saja.

"Philip telah melakukan pelanggaran terhadap perjanjian hak siar dengan kami!," (foto istimewa)

“Philip telah melakukan pelanggaran terhadap perjanjian hak siar dengan kami!,” (foto istimewa)

“Namun pada kenyataan, Philip Wang, telah melanggar aturan main, justru saya melihat film saya malah ditayangkan MoreTv Channel (tv gratis satelit) yang tak lain merupakan platformnya FAIN TV Taiwan” jelasnya kepada awak media, saat tatap muka di Grand Indonesia, Rabu (3/8) siang tadi
.
“Philip telah melakukan pelanggaran terhadap perjanjian hak siar dengan kami!,”

“Perbuatan ini saya pastikan sebagai tindakan pelanggaran hukum, untuk itu saya melayangkan surat Somasi kepada Philip Wang selaku vice presiden PT. SKY ASIA MEDIA INC. Jika dalam waktu 1 x 24 jam surat somasi kami tidak ditanggapi dengan serius, maka kami tempuh jalur hukum,” tambahnya.

Anton menambahkan pihaknya telah menyiapkan tim kuasa hukum, bahkan tak segan membeberkan kepada mass media tentang sepak terjang PT. SKY ASIA MEDIA INC.

“Pokoknya simple saja, jika mereka tidak menagggapi secara serius, yah kami akan menindak secara hukum yang berlaku di negara ini, dan menyampaikan publik via mass media tentang pelanggaran hukum yang dilakukan mereka,”

“Yah siapa tahu mereka bukan saja melakukan penyalahgunaan kepada perusahaan saya, tapi mungkin ada perusahaan lain di Indonesia yang juga dirugikan oleh PT. SKY ASIA MEDIA INC.”

Upaya Anton untuk memproses secara hukum kejadian ini, bukan saja melayangkan somasi kepada PT. SKY ASIA MEDIA INC., ia juga membuat tembusan surat somasi, Nomor: 01/XI­NO/VIII/2016, tersebut kepada ; Kemenkominfo RI, Komisi Penyian Indonesia, Lembaga Sensor Film Indonesia, IFTA (Independent Film and Television Alliance) dan Cable and Satellite Broadcasting Association of Asia (CASBAA). (Q2)

Share:

Leave a reply