Kisah Tidjan dan Lasjkar Rakyat Bogor lawan Tentara NICA

254
0
Share:

GuritaNews – Sebagai sebuah negara yang dibangun dari perjuangan rakyatnya, Indonesia punya sejuta kisah kepahlawanan dalam mengusir penjajah.

 

Salah satu cerita perjuangan membela bangsa dan negara itu, ternyata juga berasal dari seorang pahlawan dari Bogor bernama TIDJAN.

Sang pahlawan yang gugur kala melawan penjajah ini memang tak setenar pahlawan lain. Tapi justru di situlah keunikan dan daya tarik sosok pahlawan ini untuk diangkat kisahnya ke layar lebar.

Kisah heroik TIDJAN tergambar dalam film berjudul ‘Lasjkar Di Tapal Batas’ garapan rumah produksi Bidar Batavia Grup dan disutradarai Bayu Prayogo yang resmi dirilis ke publik pada 09 Agustus 2016 dan mulai tayang di bioskop pada 11 Agustus 2016.

Letsman Tendy, Executive Producer Bidar Batavia Grup saat jumpa pers usai press screening film ini, Selasa, (09/08), di CGV Blitz, Grand Indonesia, Jakarta, menuturkan, dirinya tertarik mengangkat kisah TIDJAN karena dapat menambah khasanah pengetahuan anak muda zaman sekarang.

“Saya tertarik memproduksi film perjuangan yang menceritakan kisah Tidjan, pahlawan asal Bogor karena anak muda zaman sekarang harus tahu sejarah ini. Kisah Tidjan ini harus menjadi teladan bagi anak muda zaman sekarang yang sepertinya mulai luntur nasionalismenya,” ungkap Letsman Tendy kepada awak media.

Begitu pula dengan sang sutradara, Bayu Prayogo. Menurutnya, film ini dibuat dengan semangat indie yang didasari karena keprihatinannya terhadap film-film nasional yang temanya lebih banyak kepada ‘tontonan’ bukan ‘tuntunan’.

Dari situlah, Bayu mengajak sejumlah rekan untuk membuat film yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan untuk ‘menebus’ kesalahan-kesalahan masa lalu para sineas Indonesia sebelumnya.

“Saat berkunjung ke Bogor, kami bertemu kerabat yang bercerita tentang kisah pejuang kemerdekaan yang terlupakan dan baru diakui kepahlawanannya pada tahun 2007.

Sosok Tidjan memang tidak sepopuler pahlawan lain, padahal, pemuda asal Bogor ini punya andil cukup besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tutur Bayu, menjelaskan.

Karena tertarik dengan kisah TIDJAN tadi, lanjut Bayu, pihaknya lantas melakukan persiapan kecil-kecilan dan mulai menggarap skenario cerita dari film ini.

Lalu mulai melakukan casting pemain di 5 kota yaitu Jakarta, Cianjur, Bogor, Sukabumi dan Bandung. “Bisa dibilang, ini adalah film indie pertama yang dapat tayang di jaringan bioskop,” ucap Bayu yang disambut dengan riuh tepuk tangan para penonton yang hadir saat press screening itu.

Gorz Kurniawan sang aktor pemeran utama di film ini yang berperan sebagai Tidjan juga mengungkapkan kegembiraannya dapat turut serta dalam film perjuangan yang dapat bermanfaat bagi masyakarakat dan pemuda zaman sekarang.

“Kesulitan utama dalam memerankan tokoh Tidjan adalah tidak adanya informasi seputar tokoh ini di internet. Jadi, saya kesulitan untuk melakukan riset. Tapi yang pasti, saya sangat bangga bisa main di film ini dan terharu juga saat menonton filmnya,” tandas Gorz.

Tere Gunawan sang aktris pemeran utama wanita di film ini yang memerankan tokoh Nonon, kekasih Tidjan, juga memiliki pengalaman yang sama dengan Gorz.

Kesulitan utama Tere adalah mendalami sosok Nonon yang informasinya bisa dibilang tidak ada di internet maupun literatur lain.

“Alhasil, saya harus belajar membayangkan tokoh ini pada jamannya. Untungnya saya orang Sunda. Jadi, untuk masalah bahasa, saya tidak begitu kesulitan. Hanya mendalami karakternya saja yang kesulitan,” papar Tere, sambil tertawa kecil.

Tak hanya itu, proses pembuatan film ini memang terbilang sangat serius.

Untuk menggambarkan lokasi sesuai dengan zamannya, tim produksi Film ‘Lasjkar Di Tapal Batas’ dengan sengaja mencari lokasi syuting yang sesuai dengan zaman perjuangan Tidjan hingga ke pelosok desa di sekitar Cimanggu, Bogor, Jawa Barat.

Karena hal ini diperlukan agar pengambilan gambarnya dapat terkesan sesuai dengan aslinya tanpa rekayasa.

Film ‘Lasjkar Di Tapal Batas’ akan tayang mulai 11 Agustus 2016 di seluruh bioskop di Indonesia. Film ini juga diperankan oleh Pong Harjatmo dan Yati Surachman.

“Semoga kisah Tidjan dalam film ‘Lasjkar Di Tapal Batas’ ini dapat diterima masyarakat dan dapat menjadi tambahan pengetahuan tersendiri bagi kaum muda zaman sekarang. Inilah persembahan kecil kami untuk bangsa Indonesia yang akan merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-71 tahun ini. Sekali lagi, selamat menyaksikan dan semoga bermanfaat,” tutup Letsman.

***

SINOPSIS “LASJKAR DI TAPAL BATAS”

Film “Lasjkar Di Tapal Batas” besutan sutradara Bayu Prayogo ini berkisah pada Eforia kemerdekaan tahun 1945, membuat rakyat Bogor marah ketika BELANDA kembali ingin menjajah INDONESIA.

Banyak rakyat Bogor yang sukarela menjadi pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan negeri ini, dengan membentuk kelompok-kelompok kecil yang akhirnya disebut “Lasjkar Rakjat” (sipil bersenjata).

Salah-satunya adalah “TIDJAN” (Gorz Kurniawan), pemuda yang lahir tahun 1930 turut prihatin dan membenci Belanda, ditambah dengan kejadian Rawagede, Karawang, pada akhir tahun 1947, dimana 400 lebih rakyat jelata dibantai oleh Belanda.

TIDJAN marah! Dia pun ikut bergabung dengan Lasjkar Rakjat bersama ketiga sahabat karibnya sejak kecil (ENIM, ANAU, RAIS).

Mereka bergabung dengan Lasjkar Rakjat yang dipimpin oleh DJULU. Aksi-aksi mereka sangat merugikan pihak Belanda.

Disisi lain, TIDJAN merasa dilema karena orang tuanya dan kekasihnya yang bernama NONON (Tere Gunawan) tidak mendukung kalau dia harus ikut bertempur.

Kisah ini dipadu pula dengan kehidupan zaman sekarang, dimana ada pemuda bernama “AKBAR” (Arvin Ryan) yang juga mempunyai sifat yang sama dengan TIDJAN (setia kawan, pemberani dan jago beladiri). Namun sayang, dia suka berkelahi (tawuran).

Suatu hari AKBAR bertemu dengan NONON TUA (Yati Surachman) yang banyak memberinya nasihat, AKBAR sadar dan ingin menjadi orang yang berguna untuk bangsa seperti almarhum TIDJAN.

Seperti apa keberanian Tidjan dan Lasjkar Rakyat Bogor saat berjuang mengusir Tentara NICA Belanda? Saksikan di bioskop kesayangan Anda mulai 11 Agustus 2016.

Trailernya tersedia di YouTube (https://m.youtube.com/watch?v=G12sWahH55k).

Share:

Leave a reply