Ketika Korea Selatan unjuk kehebatan lewat K-Content EXPO 2017, lalu nasib produk kita di negeri Ginseng itu?

90
0
Share:

Guritanews – Kementerian Budaya Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF), didukung oleh Korea Creative Contant Agency (KOCCA) dan Korea International Trade Association (KITA), pada pekan lalu (2 – 3 September) menggelar ‘K-Content EXPO 2017’ di Jakarta International Expo (JI-EXPO).

K-Content Expo yang untuk kedua kalinya di gelar ini merupakan festival konten kreatif Korea terbesar di Indonesia yang menyajikan beragam program seperti pameran (penyiaran, permainan, karakter, animasi, kecantikan, dll), konser Kpop, business matching konsultasi ekspor, dan forum konten budaya Indonesia – Korea.

Wakil direktur Badan Konten Kreatif Korea, Kim Yong-cheol, mengatakan, ‘Badan Konten Kreatif Korea menawarkan berbagai layanan seperti business matching, konsultasi, dan penyediaan informasi untuk perusahaan konten dalam negeri untuk maju di Indonesia dengan diluncurkannya Indonesian Business Center pada bulan Oktober tahun lalu.’

“Melalui acara ini, selain K-POP yang sudah dikenal luas, kami juga ingin memperkenalkan konten baru lainnya seperti penyiaran, permainan, animasi, karakter, dll, kepada seluruh masyarakat lokal.” Tambahnya disela-sela pembukaan ‘K-Content EXPO 2017’.

Kim Kyeong-gyun selaku general manager dari Tim Promosi Bisnis Luar Negeri KOCCA mengungkapkan, ‘kami hendak meningkatkan ekspor dengan terus melakukan pertukaran dengan negara-negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia’

“Melalui acara B2B seperti pameran konsultasi ekspor dan pitching lalu dengan menghadirkan konser KBS Music Bank Global, acara B2C kali ini diharapkan dapat menarik pengunjung sebanyak mungkin.” Harapnya.

Sementara Ketua Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, menyampaikan dalam sesi wawancaranya ‘pemerintah terus mendorong agar produk lokal bisa tembus pasar Korea Selatan’

“Kami sudah sempat bicara dengan publisher Korea Selatan dalam upaya memasarkan produk industri kita. Namun saya memang belum sempat bertemu dengan mereka” jelasnya.

“Namun sebenarnya mereka (masyarakat Korea Selatan) juga sangat tertutup. Mereka cenderung mencintai produk dalam negeri. Umpama asaja lah mereka pakai mobil kalau belum rusak atau habis masa kelayakan pakainya , maka mereka gak akan ganti dengan yang baru, Begitupun dengan henpon misalnya, kalau belum rusak itu henpon mereka gak akan ganti baru,” tutupnya

Acara ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Korea Broadcast System (KBS), Korean Culture Center (KCC), Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA), Korea Tourism Organization (KTO), Korea Manhwa Contents Agency, dan Success Economy Institute, serta ada 43 perusahaan Korea dan 60 perusahaan unggulan dari Indonesia dan Asia Tenggara yang berpartisipasi dalam K-Content Expo di Ji-Expo Jakarta. (q2)

Share:

Leave a reply