Kenapa kita tak mau heboh akan prestasi Widiasih di Paralimpiade?

450
0
Share:

GuritaNews – Atlet angkat besi Ni Nengah Widiasih meraih perunggu pada ajang Paralimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, pekan lalu, kemungkinan medali satu-satunya bagi Indonesia.

 

Namun, prestasi Widiasih di Olimpiade untuk kaum difabel, tidak begitu mendapat respons seperti ‘hebohnya’ tanggapan bagi para atlet Indonesia peraih medali di perhelatan Olimpiade Rio 2016.

Namun demikian, saat Widiasih dihubungi BBC Indonesia via seluler , Kamis (15/09), ia mengatakan jika dirinya “tidak begitu memikirkan itu (respons masyarakat).”

“tidak begitu memikirkan itu (respons masyarakat)."

“tidak begitu memikirkan itu (respons masyarakat).”

“Saya tidak mikirin, karena sudah dapat medali saja, saya sudah bersyukur,” ungkap Widiasih, yang saat ini masih berada di Brasil.

Tercatat hanya ada 2.100 cuitan pada 8 hingga 10 September, yang menulis tentang Widiasih.

Cuitan terbanyak terjadi pada hari atlet asal Bali ini meraih medali perunggu, skitar 765 cuitan pada Jumat (09/09).

Sangat bertolak belakang ketika kita menyaksikan atlet angkat besi Sri Wahyuni meraih perak, yang merupakan medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Rio 2016.

Wahyuni disambut lebih 44.100 cuitan pada periode 7 hingga 9 Agustus.

Sebanyak 5.953 twit tentang Sri Wahyuni disemburkan pada hari kejayaannya, 7 Agustus.

Kehebohan serupa juga terjadi ketika Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi Indonesia, , meraih medali perak di kelas 62kg Olimpiade Rio.

Sebanyak 3.406 cuit ditulis netizen terkait Eko pada hari perlombaannya, 9 Agustus dan total cuitan lebih dari 39.300 tentang atlet asal Lampung itu.

Tidak hanya itu, berdasarkan data cuitan dari Spreadfast.com, banyak cuitan yang menyebut Widiasih adalah retweet dari beberapa situs berita, bukan cuitan asli dari netizen.

Kurang gegap gempitanya sambutan terhadap Ni Nengah Widiasih, dirasakan oleh pengguna Twitter, Derry Nasution.

Lewat akun @Derry, Ia menyebut “Ni Nengah gak jadi trending nih. Perunggu Olimpiade nih.”

160915084100_ni_nengah_twit_satu_640x360_twitter_nocreditSementara pengguna Twitter dengan akun @Jeppe mengklaim pemberitaan media tidak banyak yang mengangkat soal Widiasih.

160915084139_ni_nengah_twit_dua_640x360_twitter_nocreditTerlepas dari persoalan minimnya respon bagi prestasi yang ‘disabet’ Widiasih, Kementerian Pemuda dan Olahraga menegaskan bahwa bonus yang diterima peraih medali di ajang Paralimpiade, sama dengan bonus atlet di Olimpiade.

“Pemerintah akan penuhi janji beri bonus Rp 1 miliar untuk Widiasih, sama dengan atlet Olimpiade, karena tidak ada diskriminasi,” kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, kepada BBC Indonesia, Kamis (15/09). (q2/bbc)

Share:

Leave a reply