Kemungkinan besar Trump berhindar dari kewajiban bayar pajak

232
0
Share:

GuritaNews – Surat kabar New York Times menyatakan telah menerima dokumen yang memaparkan Donald Trump mengalami kerugian lebih dari $900 juta atau sekitar Rp11 triliun lebih, lewat surat pernyataan pajak federal tahun 1995.

 

Seperti dilansir New York Times, kerugiannya sangat besar hingga calon presiden dari Partai Republik tersebut bisa menghindar dari kewajiban membayar pajak secara legal selama 18 tahun.

Tim kampanye Trump membantah adanya kerugian besar tersebut dan menolak untuk membuka bukti pembayaran pajaknya.

Capres Partai Demokrat Hillary Clinton sudah menyoroti catatan pembayaran pajak Trump.

Dalam debat capres pertama yang berlangsung sengit pada Senin, Hillary memaksa Trump membela diri karena tidak membuka catatan pembayaran pajaknya, dan mengatakan bahwa Trump menyembunyikan “sesuatu yang buruk”.

Saat Hillary menuding telah melakukan penunggakan pajak, Trump mengatakan, “Karena saya pintar.”

Hillary sudah mempublikasikan dokumen pembayaran pajaknya selama 40 tahun sementara calon wapres Trump, Mike Pence, juga sudah merilis dokumen pembayaran pajaknya selama 10 tahun terakhir.

Dalam berita yang diturunkan New York Times, mereka mengatakan bahwa dokumen tiga halaman tersebut dikirim ke salah satu wartawan mereka yang selama ini menulis soal keuangan Trump.

Jack Mitnick, penyusun dokumen pajak Trump, mengatakan dokumen tersebut tampaknya adalah salinan autentik atas sebagian dokumen dari 1995 tersebut, menurut New York Times lagi.

Pada Sabtu, tim kampanye Trump menuduh New York Times sebagai “perpanjangan dari tim kampanye Clinton”.

Sejak 1976, setiap capres dari dua partai utama AS sudah membuka laporan pajaknya. (Q2/BBC)

Share:

Leave a reply