Johnson & Johnson Indonesia gelar Temu Media Edukasi Tuberkulosis (TB) di Transportasi Publik.

186
0
Share:

GuritaNews – Pada hari Rabu (7/12) kemarin, sekitar 100 relawan termasuk karyawan Johnson & Johnson Indonesia dan kader LKNU, turun ke lapangan guna mencari tahu seberapa jauh pemahaman masyarakat tentang Tuberkulosis (TB), serta memberi informasi seputar penyakit tersebut.

 

 

Acara ini merupakan bentuk nyata kerja sama lintas sektor, antara pemerintah, swasta dan organisasi masyarakat sipil; setelah peluncuran komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengedukasi masyarakat tentang TB di transportasi publik pada Sabtu lalu (26/11).

“TB merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan serius di DKI Jakarta. Penanggulangan TB yang dilakukan pemerintah Provinsi DKI Jakarta adalah dengan menemukan kasus hingga pengobatan. Kami mendukung upaya edukasi di transportasi publik ini sebagai langkah cerdas untuk mendukung upaya Indonesia menuju bebas TB,” tutur Soni Sumarsono, Plt Gubernur DKI Jakarta.

Terkait program penanggulangan TB di Indonesia, dr. Asik Surya, MPPM, Kepala Sub Direktorat Tuberkulosis, Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan RI menuturkan, “Pasien TB dapat sembuh jika melaksanakan pengobatan sampai tuntas, maka semua pasien TB harus ditemukan dan diobati sampai sembuh. Pada peringatan Hari TB Sedunia bulan Maret 2016 lalu, telah dicanangkan Gerakan Nasional melalui ‘Temukan TB Obati Sampai Sembuh’ (TOSS TB) yang berupaya mengajak semua pihak untuk meningkatkan kepedulian pencegahan dan pengendalian TB. Saya berharap transportasi publik dapat menjadi media saluran informasi yang tepat dan benar tentang TB, sehingga target eliminasi TB tahun 2035 dapat tercapai.”

Berdasarkan hasil survei prevalensi TB 2013/2014 dari Kementerian Kesehatan RI, terdapat 1 juta kasus TB baru setiap tahun, dengan angka kematian mencapai 100.000 orang per tahun.

Terkait fakta ini, dr. Koesmedi Priharto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menegaskan, “Kami selaku penyelenggara fasilitas layanan kesehatan di Jakarta selalu meningkatkan kapasitas para tenaga kesehatan di berbagai pusat layanan kesehatan secara berkala, sehingga penyebarluasan TB dapat dibatasi dengan deteksi yang tepat dari para petugas. Selain itu, kegiatan edukasi TB rutin selalu dilakukan di tengah masyarakat agar mereka juga bisa ikut menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungannya dengan baik.”

Mitra lain yang juga mendorong dan memastikan upaya eliminasi TB di Indonesia tercapai adalah Forum Stop TB Partnership Indonesia.

“Sebagai negara dengan endemik TB, kita harus memiliki strategi yang terpadu dari berbagai pihak, sehingga TB benar-benar menjadi prioritas permasalahan kesehatan masyarakat yang harus diselesaikan. Penularannya yang mudah, yaitu melalui udara, memberikan potensi kepada siapapun untuk terkena penyakit ini. Bentuk kolaborasi untuk melakukan edukasi di transportasi publik ini harus dapat dilakukan secara terus menerus, kemudian benar-benar diukur dampaknya bagi penurunan kasus TB di Jakarta,” tutur Arifin Panigoro, Ketua Forum Stop TB Partnership Indonesia.

'bentuk nyata kerja sama lintas sektor, antara pemerintah, swasta dan organisasi masyarakat sipil'

‘bentuk nyata kerja sama lintas sektor, antara pemerintah, swasta dan organisasi masyarakat sipil’

Adapun edukasi yang dilakukan para relawan mencakup 10 titik halte di jalur koridor satu Trans Jakarta.

Budi Kaliwono, DIrektur Utama Trans Jakarta menyatakan, “Saat ini armada Transjakarta berjumlah 1.300-an unit dan mengangkut sekitar 450.000-an pelanggan setiap harinya. Kami sangat mendukung edukasi TB di Trans Jakarta – bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Forum Stop TB Partnership Indonesia dan Johnson & Johnson Indonesia – dengan menyediakan ruang untuk informasi seputar TB. Kami berharap semakin banyak warga Jakarta yang sadar dan mencegah penularan TB lebih luas lagi.”

Sebagai pihak swasta, Johnson & Johnson Indonesia, yang terlibat aktif dalam acara ini mengakui bahwa sebagai bagian dari industri, perusahaan memiliki komitmen penuh untuk mendukung penurunan kasus TB secara nyata di Indonesia, sebagaimana disampaikan oleh Damaris Purba, Head HRD Johnson & Johnson Indonesia, “Hari ini merupakan salah satu bukti nyata dimana para karyawan kami bertindak sebagai relawan yang langsung turun ke lapangan untuk berinteraksi dengan masyarakat dan memberikan informasi seputar TB. Sebagian besar pasien TB adalah kelompok usia produktif, yaitu di rentang usia 15 – 55 tahun; sehingga peran industri akan sangat signifikan dalam upaya penurunan kasus TB. Menindaklanjuti suksesnya pertemuan koalisi industri pada Bulan September 2016 lalu, ”

Kegiatan edukasi ini berhasil menjangkau 360 masyarakat, dengan 84,3% sudah paham tentang TB, 51,54% merasa berisiko terhadap TB, dan 88,61% mengetahui penularan TB lewat udara melalui bersin atau batuk. (***)

Share:

Leave a reply