Jailangkung bukan film horor keluarga

193
0
Share:

guritanews – Sutradara Jose Poernomo dan Rizal Mantovani menyempatkan menjawab sejumlah pertanyaan penggemar mereka tentang film terbaru mereka: Jailangkung.
Jose Poernomo maupun Rizal mengemas film Jailangkung sebagai cerita baru. Tak ada kaitan dengan film Jelangkung (2001) yang mereka buat 16 tahun lalu.

“Bagi kami konsep baru lebih menarik. Film Jailangkung ini juga bagian dari pencapaian karier penyutradaraan kami. Dan yang terpenting, film Jailangkung memang lebih menantang dan menarik, bila tidak berkaitan dengan film sebelumnya,” jelas Rizal Mantovani.

“Kekuatan cerita film Jailangkungkali ini yang menjadi nilai jual. Kami sudah merancang konsep cerita setiap kali ketemuan. Dengan cerita baru, memungkinkan kami mengeksplorasi konsep yang sudah kami rancang,” tambah Rizal.

Jose Poernomo yang sukses dengan film-film horor, masih menggunakan konsep horor atmosferik.

Tidak terkecuali dalam film Jailangkung , kengerian atau rasa takut penonton dibangun melalui situasi yang dialami tokoh-tokoh dalam film.

“Konsep ini yang selalu saya pertahankan di setiap film horor yang saya buat,” ungkap Jose.

Jose maupun Rizal Mantovani mengungkapkan rasa puasnya. Kemampuan peran pemain-pemain yang dipilihnya, seperti: Amanda Rawles, Jefri Nichol, Lukman Sardi, Wulan Guritno, Hanna Al-Rashid, memenuhi harapan mereka.

Jefri Nichol, Amanda Rawles, Hannah Al Rashid mewakili tokoh anak-anak muda yang penasaran setelah mengetahui ayah mereka, Ferdi (diperankan Lukman Sardi), mengalami koma.

“Tapi bukan berarti kami membuat film horor keluarga ya. Jailangkung tak diniatkan sebagai film horor keluarga,” tegas Rizal Mantovani.

“Pada intinya, film Jailangkung ini film yang menghibur. Kami ingin mengajak penonton menikmati setiap bagian yang menarik dari film Jailangkung,” tutup Jose dan Rizal. (Q2)

Share:

Leave a reply