Jaga Bhumi Festival, Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia

131
0
Share:
20180413 - Jaga Bhumi Lukman Hqeem GANDOOS

GuritaNews – Jaga Bhumi Festival sebagai wujud dari Gerakan Jaga Bhumi, yang diselenggarakan oleh Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) dan Dyandra Promosindo.

Dengan menggunakan slogan “Kembalikan Kejayaan Alam Indonesia”, kegiatan ini merupakan sebuah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya Kebun Raya sebagai konservasi keanekaragaman tumbuhan di Indonesia.

Berlandaskan visi menyelamatkan plasma nutfah Indonesia melalui revitalisasi dan peningkatan jumlah Kebun Raya di Indonesia, Gerakan Jaga Bhumi memberikan penekanan aksi terhadap edukasi dalam rangka menanamkan dan menumbuhkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap konservasi tumbuhan dan mengenalkan Kebun Raya sebagai sarana yang sangat tepat untuk penyelamatan plasma nutfah di Indonesia.

Sonny Keraf, Wakil Ketua II Yayasan Kebun Raya Indonesia di Jakarta (12/04) menjelaskan bahwa dengan adanya gerakan Jaga Bhumi diharapkan dapat mengedukasi dan mengingatkan publik untuk menanam tumbuhan dan kemudian menjaga serta melestarikannya.  “Dengan beraktivitas di ruang terbuka, selain mendapatkan kesehatan juga mendapatkan manfaat dengan mendapat udara segar dan berinteraksi dengan alam. Sehingga diharapkan masyarakat akan lebih menghargai alam dan lingkungan sekitar, bukan dengan merusaknya,” jelasnya.

Jaga Bhumi Festival akan yang akan digelar di Jalan Tunjungan, Surabaya pada 29 April 2018 mendatang. Sonny Keraf menambahkan bahwa pemilihan Kota Surabaya sebagai tempat pelaksanaan Jaga Bhumi Festival didasari pertimbangan bahwa pemerintah kota Surabaya merupakan pihak yang konsisten terhadap pelestarian lingkungan.

Seperti dikabarkan bahwa Kota Surabaya merencanakan pembangunan Kebun Bakau terbesar di dunia dengan luas sekitar 100 hektar. Upaya Pemkot Surabaya dilakukan dengan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI). Demi mewujudkan program tersebut, Kebun bakau raya ini rencananya dibangun di pesisir pantai Kecamatan Gunung Anyar dan akan menjadi Kebun Raya Mangrove pertama di dunia.

Secara terpisah, Tri Rismaharini, Walikota Surabaya menyampaikan bahwa lokasi kebun raya sengaja diletakkan di pantai timur Surabaya untuk melindungi kawasan tersebut dari banjir rob dan abrasi. “Masterplan kebun raya mangrove saat ini sedang disempurnakan. Lokasi ini didesain selain menjadi kawasan konservasi alam direncanakan juga sebagai tempat penelitian ilmiah, edukasi, dan wisata. Konsepnya ramah lingkungan dan ramah sosial. Ada jembatan gantung, jogging track, waduk, kanal sampan, zona anak, hingga pusat edukasi mangrove,” tambah Risma.

Sementara itu, Michael Bayu A. Sumarijanto, Direktur Program Jaga Bhumi menjelaskan bahwa pada Jaga Bhumi Festival mendatang, akan digelar berbagai kegiatan berlokasi di Jalan Tunjungan Surabaya. Dengan target menghadirkan 50 ribu orang, Jaga Bhumi akan menghadirkan kegiatan seperti Fun Walk, Festival Bunga, Jaga Praja (pameran UKM dan pertunjukan komunitas), Jaga Cilik (permaian tradisional anak Indonesia, Jaga Wiyata, dan lomba mewarnai), Jaga Raga (aktivitas olahraga, zumba), Jaga Gita (pertunjukan musik) yang akan diramaikan oleh artis papan atas seperti Tipe X, White Shoes and the Couples Company dan The SIGIT, Jaga Prakasa (simbolis Kebun raya Mangrove Surabaya), Jaga Sakra (sarasehan penerima penghargaan Kalpataru), dan Jelajah Bumi Komunitas Sepeda.

“Kami berharap melalui berbagai program Jaga Bhumi, masyarakat Surabaya pada khususnya mendapatkan manfaat positif pada kampanye gerakan ini, dan akhirnya bisa meluas ke seluruh masyarakat Indoensia melalui berbagai channel dan media. Oleh karena itu, untuk memeriahkan Jaga Bhumi ini, kami menggaet banyak sekali pengisi acara baik dari kalangan komunitas dan anak muda, karena melalui kekuatan mereka, semangat pelestarian lingkungan bisa terus meluas di kalangan muda,” ujar Michael Bayu.

Sebagai salah satu pengisi acara Jaga Bhumi, fashion desainer Rama Dauhan serta Poetoet Soedarjanto, Ketua Bike to Work Indonesia menyampaikan antusiasnya pada Jaga Bhumi, mengingat melalui partisipasi pada acara ini, mereka berharap bisa memperkuat semangat cinta lingkungan dan minimal dapat menularkannya pada orang-orang terdekat di sekitar. (Lukman Hqeem)

Share:

Leave a reply