Inferno : kegagalan Ron Howard meracik petualangan seru Langdon

176
0
Share:

GuritaNews – Entah kenapa film Inferno, yang -semestinya- kembali memperlihatkan petualangan seru penuh teka teki gaya Profesor Robert Langdon (Tom Hanks), terkesan ‘kemayu’ alias lamban dengan keruwetannyha yang tidak lagi greget.

 

Film besutan Ron Howard, yang kali ini masuk pada seri ketiganya, jauh (gagal) untuk menapak tilaskan greget thriller yang seru sebagai ciri dua film sebelumnya : The Da Vinci Code dan Angels & Demons.

Film Inferno dibangun dengan frame cerita yang (bagi saya , penulis) sangat lamban, aksi kejar-kejaran yang semstinya lebih adrenalin dari dua film sebelumnya, hanya flat tersaji.

Sepertinya dramaturgi Inferno, entah disengaja atau tidak, memang tidak dibangun untuk action-thrillernya, namun lebih kepada kuota dialog yang ‘mungkin’ dapat menggantikan posisi teki-teki, peluru dan mesiu.

Ron Howard seperti punya misi untuk tidak ingin seperti kebanyakan sutradara Hollywood yang gemar mengulang frame action ala franchise action movie.

Terbukti sajian thriller dan aksi dalam Inferno tak sedikitpun memacu adrenalin, hingga akhir cerita.

Namun Howard tidak mesti salah dalam membungkus Inferno, David Koepp yang ikut andil menulis cerita dua film sebelumnya, juga patut dipertanyakan.

Kenapa kita menyaksikan film ini seperti linear saja tersaji, seperti sebuah film hystoric biblical, yang lurus saja bertutur tanpa greget apapun.

Coba anda lihat, totalitas Tom Hanks dalam Inferno, yah standar saja, berbeda dengan totalitasnya saat tampil penuh muatan dalam The Da Vinci Code dan Angels & Demons.

Bahkan penampilan Felicity Jones, yang semestinya suprise memerankan Dr. Sienna Brooks, sanagt tidak kental berbicara.

Apalagi film ini harus bermuatan twist, Sienna yang sebenarnya juga jahat semestinya tampil mampu mengejutkan kita saat membuka tabir siapa dirinya, menjelang akhir cerita.

Intinya tidak ada yang kita harap sebagai ‘kejutan baru’ dalam Inferno! (Q2)

Share:

Leave a reply