Indonesia Fokus Kembangkan Wisata Halal

191
0
Share:

GuritaNews – Industri wisata dunia terus berkembang.

Salah satu jenis wisata yang kini tengah digandrungi adalah wisata halal. Celah itu juga yang sekarang tengah diupayakan Indonesia.

Berdasarkan studi Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016, jumlah total kedatangan wisatawan Muslim mencapai angka 117 juta pada tahun 2015. Angka tersebut diperkirakan akan terus tumbuh hingga 168 juta wisatawan pada tahun 2020 dengan total nilai pengeluaran di atas US$200 miliar atau Rp2,6 triliun.

Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pariwisata Halal dari Kementerian Pariwisata menyebutkan, peluang Indonesia menggaet devisa dari wisata halal masih sangat tinggi. Dan pasarnya pun ada.

Data Sofyan Hospitality Analysis dari World Travel Tourism Council (WTTC), Singapura mampu mendulang US$16 miliar, Malaysia sebesar US$15 miliar, bahkan Thailand mampu mendulang keuntungan dari bisnis wisata halal sebesar US$47,4 miliar.

“Sedangkan di Indonesia, wisata halal yang baru bisa mendatangkan devisa negara sebanyak US$11,9 miliar,” kata Riyanto.

Itulah yang menjadi dasar bagi Kementerian Pariwisata untuk terus menggenjot wisata halal di Indonesia. Salah satunya melalui realisasi Halal Port, Halal Hub, dan Halal Zone di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

“Kini kita sedang mengembangkan Jakarta Intenational Halal Hub (JIHH). Ini akan memberikan harapan akan zonasi baru destinasi halal di Ibu Kota Jakarta,” sebut Riyanto.

Sementara, untuk destinasi wisata halal, Menteri Pariwisata Arief Yahya mencanangkan Aceh dan Sumatera Barat sebagai tujuan utama Halal Destinasion, selain Lombok.

Salah satu jenis wisata yang kini tengah digandrungi adalah wisata halal. Celah itu juga yang sekarang tengah diupayakan Indonesia.

Berdasarkan studi Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016, jumlah total kedatangan wisatawan Muslim mencapai angka 117 juta pada tahun 2015. Angka tersebut diperkirakan akan terus tumbuh hingga 168 juta wisatawan pada tahun 2020 dengan total nilai pengeluaran di atas US$200 miliar atau Rp2,6 triliun.

Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pariwisata Halal dari Kementerian Pariwisata menyebutkan, peluang Indonesia menggaet devisa dari wisata halal masih sangat tinggi. Dan pasarnya pun ada.

Data Sofyan Hospitality Analysis dari World Travel Tourism Council (WTTC), Singapura mampu mendulang US$16 miliar, Malaysia sebesar US$15 miliar, bahkan Thailand mampu mendulang keuntungan dari bisnis wisata halal sebesar US$47,4 miliar.

“Sedangkan di Indonesia, wisata halal yang baru bisa mendatangkan devisa negara sebanyak US$11,9 miliar,” kata Riyanto.

Itulah yang menjadi dasar bagi Kementerian Pariwisata untuk terus menggenjot wisata halal di Indonesia. Salah satunya melalui realisasi Halal Port, Halal Hub, dan Halal Zone di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

“Kini kita sedang mengembangkan Jakarta Intenational Halal Hub (JIHH). Ini akan memberikan harapan akan zonasi baru destinasi halal di Ibu Kota Jakarta,” sebut Riyanto.

Sementara, untuk destinasi wisata halal, Menteri Pariwisata Arief Yahya mencanangkan Aceh dan Sumatera Barat sebagai tujuan utama Halal Destinasion, selain Lombok.

Share:

Leave a reply