HOME : melihat ‘rumah kita’ dalam perspektif berbeda

551
0
Share:

GuritaNews – International Film Festival for Environment, Health and Culture (IFFEHC) kembali digelar di Jakarta.

Perhelatan berskala internasional ini merupakan salah satu yang terbesar di Asia-Pasifik.

Pada Senin (30/5) malam tadi, di studio Planet Hollywood XXi, Dewan Kreatif Rakyat (DKR) yang digawangi Damien Dematra menyematkan beragam penghargaan kepada para jawara IFFEHC yang berasal dari berbagai negara.

Film Home, karya sutradara Yann Arthus-Bertrand, asal Prancis, berhasil menyabet gelar sebagi film terbaik tahun ini.

“Home terpilih sebagai best picture dalam IFFEHC tahun ini, karna filmnya sara dengan muatan pesan. Hampir keseluruhan pengambilan dibuat menggunakan helikopter. Tehnik sinematografinya juga luar biasa bagus!” ucap Damien kepada guritanews.com.

“Angle bird view dan paduan warna alam yang ditampilkan sangat indah dan hidup. Memberi penekanan kepada kita betapa pentingnya melihat ‘rumah’ kita dari cara pandang berbeda. Alam adalah kebutuhan bagi kita, ” lanjut founder dan director festival itu. (Q2)

International Film Festival for Environment, Health and Culture (IFFEHC) kembali digelar di Jakarta.

Perhelatan berskala internasional ini merupakan salah satu yang terbesar di Asia-Pasifik.

Pada Senin (30/5) malam tadi, di studio Planet Hollywood XXi, Dewan Kreatif Rakyat (DKR) yang digawangi Damien Dematra menyematkan beragam penghargaan kepada para jawara IFFEHC yang berasal dari berbagai negara.

Film Home, karya sutradara Yann Arthus-Bertrand, asal Prancis, berhasil menyabet gelar sebagi film terbaik tahun ini.

“Home terpilih sebagai best picture dalam IFFEHC tahun ini, karna filmnya sara dengan muatan pesan. Hampir keseluruhan pengambilan dibuat menggunakan helikopter. Tehnik sinematografinya juga luar biasa bagus!” ucap Damien kepada guritanews.com.

“Angle bird view dan paduan warna alam yang ditampilkan sangat indah dan hidup. Memberi penekanan kepada kita betapa pentingnya melihat ‘rumah’ kita dari cara pandang berbeda. Alam adalah kebutuhan bagi kita, ” lanjut founder dan director festival itu. (Q2)

Share:

Leave a reply