Hebat..! Seorang muslim taat, pernah jadi satpam swalayan, kini presiden pilihan rakyatnya!

164
0
Share:

GuritaNews – Pria kelahiran Gambia, 51 tahun ini, dikenal sebagai orang yang sederhana dan muslim yang taat.

Bahkan iapun tak pernah punya masalah politik apapun di negaranya maupun di Inggris tempat ia pernah mengadu nasib.

Pria inipun juga pernah bekerja sebagai anggota satuan pengamanan (satpam) Argos, sebuah jaringan swalayan perlengkapan rumah tangga di London, Inggris.

Alasan sederhana inilah yang membuat rakyat Gambia memilih dirinya menjadi orang nomer satu di negeri Afrika Barat itu.

Siapa yang menyangka jika dirinya bakal menjadi pemimpin di negerinya sendiri?

Inilah sebuah kehendak Illahi!

Gambia yang merupakan salah satu negara termiskin di benua Afrika, kini memiliki presiden baru bernama Adama Barrow.

Komisi pemilihan di Gambia mengumumkan, Adama Barrow meraih 263.515 suara.

Sementara presiden petahana Yahya Jammeh meraih 212.099, disusul posisi ketiga kandidat Mama Kandeh, yang meraih 102.969.

Barrow lahir di satu desa di tepi sungai di Gambia, ia bekerja sebagai manajer di perusahaan gas, sebelum dirinya memutuskan untuk belajar di London.

Di sela-sela studinya di Inggris , Barrow bekerja untuk mencari tambahan penghasilan, karena ingin menabung untuk mendirikan sebuah perusahaan sendiri.

Barrow mengatakan tidak malu dengan masa lalunya yang bekerja sebagai satpam di ibu kota Inggris.

“Hidup adalah proses. Kehidupan di Inggris membantu membentuk kepribadian saya,” kata Barrow dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis ‘Le Monde’.

Barrow bekerja selama 15 jam setiap hari, selama bertugas sebagai satpam.

Pria yang kini menjadi pengusaha properti tersebut, mengatakan dirinya memang ‘gila kerja’ , hingga kini dengan durasi waktu 12 hingga 14 jam sehari.

Selama kampanye pilpres Barrow berjanji untuk membuka lembaran baru bagi kehidupan rakyat Gambia, yang merupakan salah satu negara termiskin di Afrika.

“Jika Anda orang yang beragama, maka agama ini akan selalu memberikan pengaruh dalam kehidupan Anda,” katanya.

Gambia, salah satu negara di Afrika barat, merdeka pada 1965 dan sejak itu hanya punya dua presiden. (Q2/BBC)

Share:

Leave a reply